



KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) tahun 2026, dengan tema Pancasila pemersatu bangsa menuju Indonesia berdaulat, adil dan makmur, yang akan membawa pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Tema itu menegaskan Pancasila bukan sekadar catatan sejarah, tetapi landasan moral dan kerja bersama dari seluruh elemen masyarakat, dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan di daerah,” kata Sekda Gumas Richard, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan, Pancasila menjadi pedoman hidup maupun fondasi menjaga keutuhan bangsa. Dengan persatuan dan semangat kebersamaan menghadapi berbagai tantangan zaman, maka akan mewujudkan masyarakat berdaulat, berkeadilan serta sejahtera secara berkelanjutan.
“Pancasila harus jadikan sebagai penyaring utama dalam berpikir, bersikap dan bertindak sehari-hari. Ketika perbedaan pendapat muncul, musyawarah dan rasa kekeluargaan harus selalu menjadi jalan keluar yang diutamakan,” terangnya.
Di era digital dan keterbukaan informasi sekarang ini, lanjut dia, tantangan yang dihadapi tidak hanya berupa serangan fisik dari luar. Ancaman yang nyata hadir dalam bentuk adu domba, penyebaran berita hoaks, serta sikap mementingkan kelompok sendiri.
“Untuk itu, Pancasila harus jadi penyaring utama dalam berpikir, bersikap dan bertindak sehari-hari. Ketika perbedaan pendapat muncul, musyawarah dan rasa kekeluargaan harus selalu menjadi jalan keluar yang kita utamakan,” jelasnya.
Dengan keberagaman suku dan agama, lanjut dia, maka seluruh masyarakat akan tetap hidup dalam suasana aman, damai dan harmonis. Hal itu hanya bisa diwujudkan melalui kebhinekaan yang dibingkai di satu ideologi bersama yakni Pancasila.
“Kami minta kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh upaya dari oknum tertentu yang ingin mengacaukan persaudaraan dan kesatuan. Harus tetap hidup aman damai, dalam harmonisasi yang dibingkai oleh kebhinekaan dan ideologi pancasila,” tuturnya.
Ia menyampaikan, ideologi Pancasila merupakan tatanan yang mengatur kehidupan masyarakat agar persatuan bangsa semakin kuat. Ideologi Pancasila tersebut yang akan mengatur tatanan masyarakat, sehingga bisa memperkuat persatuan.
“Tetap mempertahankan ideologi pancasila sebagai dasar Negara dan Bhineka Tunggal Ika, karena NKRI harga mati,” tegasnya.
Ia menambahkan, gotong royong bukan warisan masa lalu yang usang, tetapi senjata paling ampuh untuk menghadapi masa depan. Sikap saling bantu antar tetangga dan rasa kepedulian sosial adalah wujud paling konkret dari amalan Pancasila di tengah masyarakat. (sa)