



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – BMKG Kalteng memperkirakan untuk periode 26 September hingga 2 Oktober 2026, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang, terutama di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara.
Meliputi Kabupaten Murung Raya, Gunung Mas, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, bagian utara Kabupaten Kapuas, serta sebagian wilayah Seruyan, Katingan, dan Kotawaringin Timur.
Masyarakat juga perlu mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat, angin kencang atau puting beliung, serta potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, diimbau agar mewaspadai gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.
Hal itu diutarakan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini. Menurutnya, potensi hujan tersebut merupakan hasil perkiraan cuaca BMKG dan bukan karena adanya modifikasi cuaca.
“Tidak, itu murni perkiraan potensi hujan seminggu ke depan,” ujarnya kepada awak media, Senin (28/9).
Kendati terjadi hujan di sejumlah wilayah, ia menegaskan kondisi tersebut belum menunjukkan Kalteng memasuki musim penghujan.
“Belum, masih musim kemarau,” katanya.
Berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca mingguan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya per 27 September 2026, Kalteng berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 27–29 September 2026.
Sementara untuk kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah juga berada pada kondisi tidak sehat hingga berbahaya akibat meningkatnya asap karhutla. Kabut asap menyebabkan penurunan jarak pandang di beberapa daerah dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.
Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. (Ro)