



KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan dokter spesialis.
“Salah satu upaya yang terus kami lakukan, yakni menjalin komunikasi dengan sejumlah universitas yang memiliki program pendidikan dokter spesialis,” ujar Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Minggu (27/9/2026).
Selain itu juga ditempuh pola kerjasama dengan rumah sakit lainnya untuk mendatangkan dokter spesialis ke RSUD Kuala Kurun. Salah satu yang telah berjalan yaitu kerjasama dengan dokter spesialis neurologi dokter gomgom. Melalui skema itu, dia dapat memberikan pelayanan di RSUD Kuala Kurun sedikitnya dua kali sebulan.
“Kalau dokter spesialis, itu saya minta supaya mau ke sini. Mereka maksimal hanya tiga tempat praktik. Tetapi untuk kerjasama seperti ini mendapatkan dispensasi dari Kementerian Kesehatan, sehingga dia minimal dua kali sebulan ke RSUD Kuala Kurun,” jelasnya.
Kehadiran dokter spesialis neurologi tersebut dinilai memberikan manfaat langsung untuk pasien stroke yang harus kontrol dan mengambil obat di Palangka Raya. Ada 60 hingga 70 pasien stroke yang terbantu dengan layanan ini, karena mereka tidak lagi harus menuju ke Palangka Raya.
“Bayangkan kalau 70 orang harus ke Palangka Raya. Itu pasti perlu banyak biaya. Jadi kehadiran dokter spesialis ini akan lebih hemat bagi pasien. Mereka cukup datang ke RSUD Kuala Kurun dua kali sebulan untuk kontrol dan mendapatkan obat,” terangnya.
Kebutuhan dokter spesialis itu lanjut dia, diarahkan untuk mendukung penguatan pelayanan penyakit kanker, jantung, stroke dan uronefrologi. Selain itu, kebutuhan dokter spesialis untuk layanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian.
“Kami juga mendorong dokter umum di sini untuk mengambil spesialis. Memang ada yang berulang kali mengikuti tes akademik, tetapi belum berhasil,” tegasnya.
Ia menuturkan, pengembangan layanan kesehatan di RSUD Kuala Kurun tidak hanya bertumpu kepada pembangunan fisik, tapi juga terhadap pemenuhan dokter spesialis, penguatan SDM, kerjasama dengan rumah sakit lain dan dukungan pembiayaan secara bertahap.
“Peningkatan kapasitas SDM tenaga medis menjadi bagian terpenting dalam pengembangan pelayanan kesehatan daerah. Salah satunya yang terus dikebut adalah pelayanan kesehatan CT Scan dan Cath Lab,” tuturnya.
Dalam memenuhi fasilitas pelayanan kesehatan CT Scan dan Cath Lab hingga dapat berfungsi, kata dia, kebutuhan anggaran yang harus disiapkan sekitar Rp10 miliar. Strategi pembiayannya akan dilakukan secara bertahap.
Saat ini, pemkab telah memperoleh sekitar Rp3,05 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Lalu, sudah
dialokasikan sekitar Rp1,3 miliar dari APBD 2026. Itu artinya masih mencari anggaran yakni sekitar Rp7 miliar lagi.
“Untuk mendapat peralatan CT Scan dan Cath Lab itu, kita terlebih dahulu harus menyiapkan gedung, kelengkapan pendukung dan SDM, sebelum nanti mendapatkan bantuan peralatan dari Kementerian Kesehatan yang harganya sampai ratusan miliar,”tandasnya. (sa)