



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pertumbuhan kawasan permukiman yang terus meningkat di wilayah selatan Kota Sampit mendorong Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencari solusi jangka panjang di sektor pendidikan. Salah satu langkah yang kini ditempuh adalah mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada pemerintah pusat.
Untuk mendukung usulan tersebut, Pemkab Kotim telah menyiapkan lahan seluas sekitar 20 hektare di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lokasi itu dinilai strategis karena berada di tengah kawasan yang berkembang pesat, sementara ketersediaan fasilitas pendidikan, khususnya tingkat menengah, masih terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan kebutuhan akan satuan pendidikan baru semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk dan peserta didik setiap tahun.
“Wilayah itu berkembang sangat cepat. Karena itu diperlukan perencanaan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
SNT merupakan konsep kawasan pendidikan terpadu yang mengintegrasikan berbagai jenjang pendidikan dalam satu area, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA atau SMK. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menambah daya tampung sekolah, tetapi juga menciptakan sistem pendidikan yang berkesinambungan dan lebih efektif.
Menurut Yolanda, program tersebut berbeda dengan Sekolah Rakyat yang saat ini juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, maka SNT ditujukan untuk menjangkau peserta didik secara lebih luas tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi.
Di sisi lain, pembangunan sekolah terpadu dinilai dapat menjadi solusi atas persoalan akses pendidikan yang selama ini dihadapi sebagian masyarakat. Jarak tempuh menuju sekolah dapat dipersingkat, sementara distribusi siswa menjadi lebih merata sehingga tidak terjadi penumpukan di sekolah tertentu.
Kondisi tersebut cukup relevan dengan kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya yang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di Kotim. Ketersediaan sekolah baru dinilai penting agar pelayanan pendidikan mampu mengikuti laju perkembangan kawasan.
Proses usulan pembangunan SNT sendiri masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Beberapa waktu lalu, tim dari Direktorat SMA Kemendikdasmen telah melakukan verifikasi dan validasi lapangan terhadap lokasi yang diajukan oleh pemerintah daerah.
Hasil verifikasi itu nantinya akan menentukan apakah lahan yang disiapkan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis untuk pembangunan sekolah terpadu tersebut.
Pemkab Kotim berharap usulan itu mendapat persetujuan karena keberadaan SNT diyakini tidak hanya menambah fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. (to)