Pemkab Kotim Pacu Proyek Listrik Pulau Hanaut, Target Rampung Tahun Ini 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) komitmen dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir. Salah satu langkah strategis yang kini dikebut ialah penyelesaian proyek jaringan listrik menuju Kecamatan Pulau Hanaut yang ditargetkan tuntas pada tahun 2026 ini.

Melalui koordinasi lintas sektor dan pengawalan intensif di lapangan, Pemkab Kotim optimistis proyek kelistrikan tersebut dapat segera dinikmati masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan membuka akses pembangunan yang lebih luas.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan progres pembangunan jaringan listrik menuju Pulau Hanaut menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Menurutnya, pembangunan tapak tower sudah berjalan di beberapa titik strategis sebagai bagian dari konektivitas jaringan listrik menuju kawasan tersebut.

“Saat ini tapak tower sudah tersedia di empat titik, yakni satu titik di Bagendang, dua titik di Pulau Lepeh, dan satu titik di wilayah Pulau Hanaut sendiri,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Kotim kini fokus mempercepat penyelesaian administrasi dan perizinan agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat segera dioperasikan dan dimanfaatkan masyarakat.

Langkah percepatan ini dinilai penting karena proyek kelistrikan tersebut memiliki tantangan geografis tersendiri, terutama jaringan kabel yang akan melintasi jalur sungai dan kawasan perairan aktif yang digunakan aktivitas pelayaran masyarakat maupun kapal besar.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan seluruh tahapan terus berjalan sesuai prosedur dan telah mendapatkan sejumlah rekomendasi teknis penting guna menjamin keamanan pelayaran serta keberlangsungan proyek.

“Rekomendasi terkait bentang kabel sungai agar tidak mengganggu arus pelayaran sudah ada, dan beberapa proses lainnya juga terus berjalan,” jelas Rody.

Pemkab Kotim juga terus mengawal proses izin pemanfaatan ruang agar pembangunan dapat difinalisasi tepat waktu. Sinergi antara pemerintah daerah, pihak teknis, dan instansi terkait terus diperkuat agar target penyelesaian proyek tidak mengalami hambatan.

Di sisi lain, progres pembangunan fisik di lapangan disebut telah mencapai lebih dari 70 persen. Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan akses listrik hingga ke wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Rody menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan penuh agar hambatan administratif tidak menghambat percepatan pembangunan.

Menurutnya, kehadiran listrik di Pulau Hanaut nantinya tidak hanya memberikan penerangan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas usaha masyarakat pesisir.

“Kalau melihat progres pembangunan saat ini sudah sangat signifikan. Harapan kami, seiring proses perizinan selesai, pembangunan fisik juga tuntas sehingga dalam tiga sampai empat bulan ke depan sudah bisa selesai,” katanya.

Program ini menjadi bagian dari visi besar Pemkab Kotim dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan hingga ke wilayah pelosok. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan masyarakat di seluruh kecamatan memperoleh akses layanan dasar yang layak, termasuk infrastruktur kelistrikan.

Kehadiran jaringan listrik menuju Pulau Hanaut diharapkan menjadi tonggak penting percepatan pembangunan kawasan pesisir sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah serta sinergi seluruh pihak terkait, proyek strategis tersebut diyakini mampu menjadi simbol kemajuan dan komitmen nyata Pemkab Kotim dalam membangun daerah secara menyeluruh hingga ke wilayah terpencil. (to)

Berita Terkait