Pemkab Kotim Apresiasi Musancab PDI Perjuangan

Bupati Kotim yang juga selaku Ketua DPC PDIP Kotim foto bersama dengan jajarannya seusai membuka musancab, Rabu (20/5). (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Kotim yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi partai hingga tingkat kecamatan dan desa.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Waren, saat menghadiri kegiatan Musancab di Hotel Werra Sampit, Rabu pagi (20/5/2026). Ia menilai konsolidasi organisasi politik memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kotawaringin Timur atas terselenggaranya agenda penting ini,” ujar Waren.

Ia menegaskan bahwa organisasi yang besar dibangun dengan keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Bumi Habaring Hurung.

“Jagalah selalu persatuan dan kesatuan di Kotawaringin Timur. Sebuah organisasi akan menjadi besar jika diasuh dengan hati yang ikhlas dan disiplin yang tegas,”ucap Waren.

Menurutnya, Musancab bukan sekadar agenda rutin partai, tetapi momentum strategis untuk mengevaluasi kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) sekaligus menyusun kepengurusan baru demi memperkuat konsolidasi kader menghadapi agenda politik ke depan.

“Musancab ini merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi kepengurusan PAC sekaligus menyusun dan menetapkan kepengurusan yang baru. Agenda ini juga penting untuk memperkuat soliditas kader partai dari tingkat PAC hingga ranting,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kotim, Halikinnor, mengatakan pelaksanaan Musancab kali ini juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi di tingkat kecamatan dan desa.

Ia menjelaskan, sejumlah kepengurusan PAC maupun ranting dilakukan pembaruan karena adanya pengurus yang sudah tidak aktif hingga meninggal dunia, sehingga perlu dilakukan pengisian agar struktur partai tetap berjalan optimal.

“Ini merupakan konsolidasi partai sekaligus penyusunan kepengurusan anak cabang. Ada yang penyegaran, ada juga pengurus yang harus diganti karena berbagai kondisi, sehingga struktur partai bisa lengkap dan bergerak maksimal,” ujarnya.

Halikinnor menyebutkan, total kepengurusan yang ditetapkan dalam Musancab tersebut mencapai sekitar 185 orang, baik pengurus lama yang kembali dipercaya maupun kader baru yang terpilih.

“Jumlah total kepengurusan yang ditetapkan sekitar 185 orang. Baik yang terpilih kembali maupun yang baru, semuanya diharapkan mampu menjalankan tugas partai dengan baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga kebersamaan dan semangat pengabdian, termasuk bagi kader yang belum terpilih menjadi pengurus.

Menurutnya, tujuan utama berpartai bukan sekadar menduduki jabatan struktural, melainkan menjadi sarana perjuangan untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai yang tidak terpilih kemudian menjauh. Karena tujuan kita bukan sekadar menjadi pengurus, tetapi bagaimana mengabdi melalui partai politik untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Halikin.

Ia berharap seluruh kader tetap aktif menjadi kepanjangan tangan partai di tengah masyarakat dengan menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di tingkat desa maupun kecamatan. (to)

Berita Terkait