Banjir Rendam Desa Sungai Hanya, BPBD Kotim Siaga Bantuan  

Kondisi debit air saat merendam ruas jalan dan permukiman warga Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang, Kamis (14/5). (Foto : IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam permukiman warga di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, akibat meningkatnya debit Sungai Mentaya dalam beberapa hari terakhir.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, pemantauan dan koordinasi lapangan terus dilakukan menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah hulu Sungai Mentaya sejak 12 hingga 14 Mei 2026.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya serta informasi BMKG H. Asan Sampit, banjir menyebabkan lebih dari 80 rumah warga terdampak dengan total sekitar 67 kepala keluarga merasakan dampaknya. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi debit sungai sekaligus memastikan situasi masyarakat tetap terkendali.

“Sudah berlangsung dua hari ini dan muka air banjir per tanggal 14 Mei mulai mengalami penurunan,” ujar Multazam, Jumat (15/5/2026).

Data Pos Duga Air Sungai Hanya milik Balai Wilayah Sungai Kalimantan II mencatat tinggi muka air sempat mencapai 6,95 meter pada Kamis pagi sebelum berangsur turun menjadi 6,89 meter pada sore hari. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa genangan mulai perlahan surut di sejumlah titik permukiman warga

Meski belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian massal, sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga yang berada di lokasi lebih aman. Pemerintah daerah melalui aparat kecamatan dan desa juga terus bersiaga untuk membantu masyarakat apabila kondisi kembali memburuk.

Selain fokus menangani banjir di Antang Kalang, Pemkab Kotim juga memantau kejadian longsor di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu. Longsor dipicu tingginya debit Sungai Tualan yang mengikis bantaran sungai hingga mengancam sedikitnya enam rumah warga.

Bahkan, longsoran tanah dilaporkan tinggal berjarak sekitar satu meter dari badan jalan desa sehingga dikhawatirkan dapat memutus akses transportasi masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kotim terus melakukan koordinasi lintas instansi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Pemkab Kotim juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem dengan potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. (to)

Berita Terkait