



KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com – Supriadi alias Usup (39) pelaku pencabulan terhadap 20 orang anak sekolah dasar (SD) di Kelurahan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah terlihat santai saat dihadirkan dihadapan wartawan dalam press release di Mapolres Kapuas, Selasa (18/8/2020).
Ketika ditanya tentang hasrat seksualnya, Usup mengaku lebih suka pada anak-anak yang bungas (ganteng), ketimbang orang dewasa. Sedangkan pada perempuan dia mengaku bisa sesekali saja.
Bahkan saat diwawancarai awak media, pria lajang bertubuh kecil inipun mengaku pernah diperlakukan sama yaitu disodomi ketika dia masih remaja sekitar tahun 1995 setelah lulus SMP.
Kini ia merasa menyesal atas perbuatannya yang tidak senonoh pada anak-anak. Untuk itu melalui awak media, dia meminta maaf pada orang tua anak-anak tersebut.
“Aku mohon maaf atas semua kesalahanku, khususnya kepada ibu-ibu anak-anak yang telah menjadi korban, aku janji tidak akan mengulangi lagi dan bertobat,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perilaku seks menyimpang pelaku terbongkar karena ada salah satu keluarga korban melaporkan ke polisi karena anaknya kesakitan dibagian selangkangannya setelah disodomi oleh pelaku, kasus pencabulan itu terjadi tanggal 16 Agustus 2020 di rumah pelaku.
Dari laporan orang tua korban,polisi akhirnya bisa mengorek keterangan lebih jauh dari pelaku bahwa ternyata sudah banyak anak-anak yang jadi korban pencabulan yang dilakukan pelaku sejak tahun 2014. (yan)