Home / Kotim

Senin, 11 Desember 2017 - 19:30 WIB

Pemkab dan DPRD Kotim Sepakat Bentuk BNNK di Kotim

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Menyikapi tertangkapnya dua truk yang mengangkut jutaan pil Zenith pada 6 Desember 2017 lalu, DPRD Kotim menggelar rapat koordinasi di aula DPRD setempat dengan mengundang Pemkab Kotim, TNI, Polri, Kejaksaan, Bea Cukai dan kalangan LSM.

Dalam rapat tersebut disepakati dibentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kotim. Hal itu diungkapkan oleh Wabub Kotim H. Taufik Mukri saat menyampaikan pendapatnya di hadapan sejumlah anggota DPRD yang dipimpin oleh Waket DPRD Kotim, H. Supriyadi, MT.

Pembentukan BNNK mendapat tanggapan positif dari sejumlah instansi yang hadir. Dari Polres Kotim Kasat Bimas Polres Kotim AKP M. Khusaini memgungkapkan, di tahun 2017 terjadi peningkatan kasus narkotika dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2016 ada 68 perkara, namun tahun 2017 meningkat menjadi 81 perkara.

“Tapi mengungkap kasus 2 truk jutaan Zenith tak semudah membalik telapak tangan, sopir yang ada mengaku mereka hanya ekspedisi, sementara mereka diberi alamat dan no hp fiktif, ini mungkin ada kaitannya  dengan memutus alur,” kata Khusaini.

Baca Juga :  Ruas Jalan Samuda - Ujung Pandaran Mulai Rusak Parah

Saat ini kata dia, kasus tersebut juga sudah di back-up Polda Kalteng dan Bareskrim Polri.  Ia juga mengungkapka dalam kasus ini, belum ada tersangka yang ditetapkan karena masih tahap penyelidikan.

Nada kritis justru disampaikan oleh anggota DPRD, Rudianur yang meminta agar ada ketegasan tanpa kompromi terhadap pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan zenith tersehut. Ia meyakini kedua sopir truk tersebut terlibat karena salah satu truk berplat KH yang artinya plat Kalteng.

“Berarti mereka sendiri berangkat ke Semarang melakukan jemputan, itu biayanya mahal dan rugi kalau mereka berpikir hanya angkut sayur, saya juga punya ekspedisi angkutan jadi saya tahu itu,” tegas Rudianur.

Baca Juga :  Truk Adu Kuat, Dua Sopir Terkapar di Kabin

Menurutnya pihak kepolisian harus merunut dari mana alur perjalanan truk tersebut sehingga bisa ditemukan titik terang rute dan kemana tujuan truk pengangkut jutaan pil PCC tersebut.

Nada sedikit miring diungkapkan oleh politisi PAN, Soleh yang mempertanyakan kenapa pihak aparat langsung menangkap kedua truk saat ada di pelabuhan.

“Kenapa tidak diikuti dulu hingga sampai ke tempat tujuan barulah dilakukan penangkapan sehingga dapat ditelusuri siapa yang bertanggung jawab terhadap keberadaan barang terlarang tersebut. Masyarakat juga berharap gembongnya juga harus diungkap, karena selama ini yang tertangkap gajya bandar dan pengedar, itu sudah biasa,” tegasnya.

Wabub Kotim H. Taufik Mukri menyatakan pemkab memang berupaya maksimal mendirikan BNK di daerah ini. ” Kami juga sudah berusaha memenuhi persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk dibentuknya BNK di daerah ini,”ungkap Taufik Mukri. (FR)

Share :

Baca Juga

Kotim

Penikmat Sabu Diringkus Polisi

Kotim

Dua Kali Ditikam, Pengendara Motor Nyaris Tewas

Kotim

Sampit YE, Berikan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Desa Pelangsian

Kotim

Pengedar Sabu Disergap Saat Hendak Bertransaksi

Kotim

TMMD Salah Satu Upaya Untuk Mewujudkan Ketahanan Wilayah

Kotim

Dandim Salut Dengan Pasukan TMMD yang Bertugas

Kotim

Dua Pelaku Penganiaya Bocah di Sampit Dibekuk Polisi  

Kotim

Nyaris Bobol Sarang Walet, Tiga Remaja Cilik Ditangkap Warga
error: Content is protected !!