

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dalam rangka menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang selalu mengancam setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan berbagai langkah strategis hingga dukungan anggaran yang cukup besar.
Hal itu patut dipelajari oleh Kalimantan Tengah (Kalteng), yang setiap tahunnya juga selalu terjadi karhutla. Berdasarkan hasil kunjungan kerja (Kunker) Komisi III DPRD Kalteng ke Riau pekan lalu, Pemprov setempat telah menyiapkan tindakan preventif ataupun mitigasi dan penanggulangan secara sigap sesegera mungkin menetapkan status bencana.
“Dalam peraturan gubernur (Pergub) mereka disebutkan jika ada minimal 2 kabupaten saja dari 12 kab/kota se Riau yang sudah menetapkan status siaga maka Provinsi juga menetapkan status siaga,” kata Wakil Ketua DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, saat dihubungi, di sela-sela kunjungan, pekan lalu.
Pemprov Riau juga menetapkan kebijakan strategis dalam pencegahan Karhutla, khususnya di 2020 ini, pemprov Riau melakukan pemetaan kembali daerah rawan bencana terutama bencana karhutla dan banjir. Yang memang selalu diupdate data terkait daerah rawan karhutla.
“Untuk 2020 ini, mereka telah telah menetapkan 99 Kecamatan dan 346 desa/kelurahan rawan karhutla,” terangnya.
Kemudian, pihaknya menginventarisasi kembali ijin-izin perusahaan perkebunan dan pengusahaan hutan yang beroperasi di Riau. Melibatkan, perusahaan dalam patroli bersama yang dapat dimonitor langsung oleh satgas karhutla provinsi, penyediaan alat pertanian di semua kecamatan yang rawan karhutla dan penyediaan tanaman yang ramah lingkungan. (red)