Pemadaman Masih Terjadi, Dewan Desak PLN Tepati Komitmen

Ketua Komisi C DPRD Kobar, H Arief Asyrofi

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Pemadaman listrik secara bergilir yang masih terjadi di Pangkalan Bun dan sejumlah wilayah sekitarnya menuai sorotan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kondisi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terutama di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kobar.

Ketua Komisi C DPRD Kobar, H Arief Asyrofi, mengungkapkan kekecewaannya karena pemadaman bergilir masih terjadi hingga pertengahan Oktober. Ia memahami bahwa sistem kelistrikan yang terhubung dengan Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Utara (Kaltara) memungkinkan terjadinya dampak berantai apabila ada gangguan.

Meski demikian, ia berharap persoalan pasokan listrik segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat dan menghambat aktivitas perekonomian.

Menurut Arief, DPRD Kobar sebelumnya telah berupaya mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui pemanggilan pihak Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Pangkalan Bun oleh Komisi C.

Selain itu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan yang turut melibatkan Pertamina dan PLN, sempat disampaikan bahwa gangguan pasokan listrik ditargetkan dapat diselesaikan pada September. Saat itu, gangguan kelistrikan di tiga wilayah, termasuk pembangkit di Barito Utara, juga menjadi perhatian.

Namun, kenyataan bahwa pemadaman masih berlangsung pada Oktober menimbulkan pertanyaan mengenai realisasi target yang sebelumnya telah disampaikan. DPRD berharap komitmen untuk menormalkan kembali pasokan listrik dapat segera diwujudkan, sehingga masyarakat tidak terus menghadapi pemadaman yang mengganggu berbagai kebutuhan, baik di rumah tangga maupun di tempat usaha.

“Harapan kita, pemadaman bergilir ini hanya bersifat sementara. Masyarakat sudah capek dengan kondisi seperti ini. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi kabut asap, sehingga gangguan listrik semakin menambah ketidaknyamanan,” ungkap Arief.

Ia menilai, ketidakstabilan pasokan listrik dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya kegiatan usaha dan pekerjaan hingga aktivitas masyarakat sehari-hari yang membutuhkan listrik.

Karena itu, Arief meminta PLN segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi gangguan dan memulihkan pasokan listrik secara normal. Menurutnya, keandalan listrik sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih di tengah kondisi kabut asap yang belum kondusif.

“Harapannya, pasokan listrik di Pangkalan Bun dan sekitarnya segera kembali normal seperti sediakala, karena anak-anak sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terganggu, termasuk juga warga yang di rumah terdampak asap karena kipas dan pendingin ruangan padam,” pungkasnya. (di)

Berita Terkait
<