




PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (17/10).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses estafet penyaluran air dari sumber air Sungai Sekonyer menuju titik-titik lokasi karhutla di kawasan taman nasional tersebut.
Selama dua hari di lokasi TNTP, Menteri Kehutanan memantau perkembangan penanganan karhutla didampingi Bupati Kobar Hj Nurhidayah dan sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat proses penyaluran air yang dilakukan secara estafet dari Sungai Sekonyer ke lokasi kebakaran. Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan ketersediaan air bagi petugas di lapangan dalam mendukung proses pemadaman, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Bupati Kobar Hj Nurhdayah menegaskan, bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat dari seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas teknis, maupun para relawan.
“Penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting membutuhkan sinergi dan kerja sama semua pihak. Kami dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat terus mendukung upaya pemadaman yang dilakukan di lapangan, termasuk melalui penyaluran air ke titik-titik kebakaran. Harapannya, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan ekosistem hutan tetap terlindungi,” ujar Nurhidayah.
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, setiap langkah pemadaman perlu dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi medan, ketersediaan sumber air, serta perkembangan situasi di lokasi kebakaran. (rd)