



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuati upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan membangun kolaborasi yang lebih erat bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.
Sinergi tersebut dipandang sebagai strategi penting untuk memperkuat upaya preventif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Kotim Halikinnor saat menerima kunjungan Kepala BNNK Kotim AKBP Muhamad Fadli. Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga membahas penguatan koordinasi dalam pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Kotim.
Menurut Halikinnor, persoalan narkoba merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi secara bersama. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, hingga produktivitas daerah.
Karena itu, pemerintah daerah menilai upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Dengan sinergi yang solid, kami berharap lingkungan masyarakat hingga instansi pemerintahan di Kotawaringin Timur semakin bersih, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba,” kata Halikinnor, Sabtu (11/7/2026).
Ia menegaskan Pemkab Kotim siap memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan BNNK, baik melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, pembinaan masyarakat, maupun penguatan koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar menjauhi narkoba sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Pencegahan sejak dini menjadi bagian yang tidak kalah penting agar masyarakat, terutama kalangan pelajar dan generasi muda, memiliki pemahaman yang kuat mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.
Halikinnor mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, menjaga masyarakat dari ancaman narkoba merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BNNK diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program P4GN di berbagai sektor, termasuk lingkungan pemerintahan, sekolah, desa, hingga komunitas masyarakat. Semakin luas keterlibatan masyarakat, maka semakin besar peluang menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Dalam kesempatan tersebut, Halikinnor juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap upaya penyelamatan generasi bangsa.
“Selamat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2026. Mari membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar menuju Indonesia Emas 2045,”tandasnya. (to)