



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus mendorong kemajuan dunia olahraga, khususnya sepak bola, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai kompetisi, salah satunya Turnamen HNR Cup II Tahun 2026 yang dinilai menjadi wadah penting dalam pembinaan atlet muda daerah.
Bagi Halikinnor, sebuah turnamen sepak bola tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi merupakan ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter, mental bertanding, kedisiplinan, serta memperluas pengalaman para pemain agar siap bersaing pada level yang lebih tinggi.
Karena itu, ia berharap HNR Cup terus berkembang menjadi turnamen bergengsi yang mampu melahirkan talenta-talenta terbaik dari Kotawaringin Timur.
“Dari turnamen seperti ini saya berharap lahir pemain-pemain muda yang berbakat, memiliki disiplin, berkarakter, dan nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Kotawaringin Timur di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Halikinnor saat menutup secara resmi Turnamen HNR Cup II di Stadion 29 November Sampit, Minggu (5/7/2026).
Penutupan turnamen berlangsung semarak dan disaksikan ribuan masyarakat yang memadati Stadion 29 November Sampit. Antusiasme penonton sejak laga final hingga prosesi penyerahan trofi menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kotim.
Menurut Halikinnor, tingginya animo masyarakat menjadi modal besar bagi daerah untuk terus membangun prestasi olahraga. Dukungan publik harus diiringi dengan pembinaan yang terarah, kompetisi yang berkesinambungan, serta sinergi antara pemerintah, klub, pelatih, organisasi olahraga, dunia usaha, hingga masyarakat.
Ia menilai keberhasilan sebuah daerah mencetak atlet berprestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dimulai dari pembinaan usia dini, latihan yang disiplin, kesempatan bertanding yang rutin, hingga pendampingan yang berkelanjutan.
“Prestasi itu tidak lahir dalam semalam. Prestasi dibangun melalui latihan yang konsisten, kerja keras, semangat pantang menyerah, serta pembinaan yang terus menerus. Karena itu kompetisi seperti HNR Cup memiliki arti yang sangat penting dalam proses pembinaan atlet,” katanya.
Halikinnor juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, sponsor, perangkat pertandingan, pelatih, official, hingga seluruh tim peserta yang telah menyukseskan pelaksanaan HNR Cup II. Menurutnya, turnamen berjalan dengan baik, kompetitif, sekaligus tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama turnamen dapat terus dipertahankan sebagai fondasi dalam memajukan sepak bola di Kotawaringin Timur.
Menurut Halikinnor, kemenangan memang menjadi target setiap tim, namun nilai terbesar dari sebuah kompetisi justru terletak pada proses pembelajaran yang diperoleh para pemain. Melalui pertandingan, atlet belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, menghargai lawan, mengendalikan emosi, hingga menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa.
“Kemenangan tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana setiap pemain terus berkembang, memperbaiki kualitas permainan, dan memiliki karakter yang baik. Itulah modal utama untuk menjadi atlet profesional,” ungkapnya.
Kepada tim yang berhasil meraih gelar juara, Halikinnor berpesan agar tidak cepat merasa puas. Ia meminta prestasi tersebut dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing pada level kompetisi yang lebih tinggi. (to)