Pemkab Kotim Siapkan Hunian bagi Guru Korban Kebakaran 

Wabup Kotim Irawati saat foto bersama korban kebakaran usai menyerahkan bantuan bagi para korban kebakaran di perumahan dinas guru di Jalan H Imran Ketapang baru-baru ini. (Foto :IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pascakebakaran yang melanda kawasan perumahan dinas guru di Jalan Haji Imran, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengambil sikap sigap dengan melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan, salah satunya menyiapkan hunian sementara bagi guru yang rumah dinasnya ikut hangus terbakar.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, memastikan seluruh korban mendapat perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kehadiran pemerintah daerah di tengah musibah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkab Kotim dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah daerah telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera mencari solusi terbaik bagi para guru terdampak, salah satunya melalui pemanfaatan rumah dinas kosong maupun hunian milik pemerintah yang dapat digunakan sementara waktu.

Menurutnya, keberlangsungan tugas para tenaga pendidik harus tetap menjadi perhatian. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya agar para guru yang terdampak dapat segera menempati tempat tinggal yang layak sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.

“Pemkab Kotim berkomitmen, Kami ingin memastikan para guru tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik meskipun sedang menghadapi musibah,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).

Selain menyiapkan tempat tinggal sementara, Pemkab Kotim juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako, air bersih, perlengkapan memasak, serta kebutuhan dasar lainnya untuk meringankan beban para korban.

Data sementara menyebutkan kebakaran menghanguskan 4 unit rumah, Dari jumlah tersebut, 3 unit diketahui merupakan rumah dinas guru.

Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan sedikitnya lima opsi rumah dinas untuk ditinjau kelayakannya. Beberapa di antaranya berada di kawasan strategis yang dinilai memadai untuk ditempati dalam waktu dekat.

Tak hanya fokus pada guru korban kebakaran, Pemkab Kotim juga akan mengupayakan bantuan bagi masyarakat terdampak melalui koordinasi lintas instansi, termasuk pendataan dan verifikasi untuk proses bantuan lanjutan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang.

Respons cepat ini mendapat apresiasi warga setempat. Langkah sigap Pemkab Kotim dinilai menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat saat musibah terjadi, sekaligus memperlihatkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan yang humanis, tanggap, dan solutif. (to)

Berita Terkait