



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (STR) 55 di Kabupaten Kotawaringin Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah daerah memastikan pengerjaan fasilitas pendidikan berbasis asrama tersebut terus dipercepat agar sebagian sarana utama dapat difungsikan pada tahun ajaran baru mendatang.
Hingga akhir Mei 2026, progres pembangunan fisik sekolah yang berlokasi di kawasan Wengga Metropolitan itu telah mencapai 53 persen. Fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada penyelesaian ruang kelas dan asrama sebagai fasilitas inti penunjang kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotim, Hawianan, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan agar target operasional awal dapat tercapai sesuai rencana pemerintah pusat maupun daerah.
“Berdasarkan informasi dari pelaksana, progres pembangunan saat ini sudah mencapai 53 persen. Prioritas pekerjaan hingga akhir Juni nanti adalah penyelesaian ruang kelas dan asrama agar tahap awal pemanfaatan bisa segera dilakukan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun fasilitas utama ditargetkan siap lebih awal, keseluruhan pembangunan kawasan sekolah dijadwalkan rampung sepenuhnya pada September 2026.
Menurut Hawianan, pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu bukan sekadar menghadirkan gedung pendidikan biasa, melainkan sebuah kawasan pendidikan terpadu yang dirancang untuk menunjang pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Sekolah tersebut berdiri di atas lahan hibah seluas 6,7 hektare. Luasan itu memungkinkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi dalam satu kawasan pendidikan modern.
“Semua fasilitas penunjang akan dibangun secara bertahap dan lengkap. Tidak hanya ruang belajar dan asrama, tetapi juga fasilitas olahraga, gedung pertemuan, ruang pengembangan kompetensi anak, hingga area ruang terbuka hijau,” jelasnya.
Keberadaan fasilitas yang lengkap tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung aktivitas siswa di luar pembelajaran formal di dalam kelas.
Hawianan menegaskan bahwa seluruh pembangunan telah mengacu pada master plan yang disusun secara matang oleh pemerintah pusat. Rancangan itu mencakup tata letak kawasan, desain bangunan, hingga penataan akses dan ruang publik di lingkungan sekolah.
“Dari gerbang utama hingga penataan setiap bangunan sudah memiliki konsep yang jelas. Jadi pembangunan tidak dilakukan secara bertahap tanpa arah, melainkan mengikuti desain besar yang telah disiapkan sejak awal,” katanya.
Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu akan menjadi salah satu tonggak penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kotawaringin Timur. Selain membuka akses pendidikan yang lebih luas, sekolah ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing, karakter kuat, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur pun optimistis proyek strategis ini dapat selesai sesuai target dan menjadi salah satu wujud nyata komitmen daerah dalam memperkuat sektor pendidikan. (to)