Pemkab Kotim Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Kebakaran

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat langkah preventif dalam menekan angka kebakaran melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan menyusul masih tingginya kasus kebakaran bangunan yang sebagian besar dipicu oleh korsleting listrik sepanjang empat bulan pertama tahun 2026.

Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Pemkab Kotim secara aktif mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah, tempat usaha, maupun bangunan lainnya guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.

Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran bangunan di wilayah Kotim. Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 33 kejadian kebakaran, dengan 12 di antaranya merupakan kebakaran bangunan.

“Sebagian besar kebakaran bangunan yang terjadi dalam empat bulan terakhir dipicu oleh korsleting listrik. Selain itu, ada pula yang disebabkan kebocoran gas elpiji, kelalaian, serta beberapa kasus yang masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026)

Ia memaparkan, pada Januari 2026 tercatat 11 peristiwa kebakaran yang terdiri dari empat kebakaran bangunan, lima kebakaran lahan, dan dua kejadian lainnya. Dari jumlah tersebut, tiga kasus diduga akibat korsleting listrik, satu kasus kebocoran gas elpiji, tiga unsur kesengajaan, sementara sisanya masih belum diketahui penyebab pastinya.

Memasuki Februari, jumlah kejadian menurun menjadi dua kasus dan seluruhnya merupakan kebakaran bangunan yang diduga kuat dipicu korsleting listrik. Kedua kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang.

Namun pada Maret, jumlah kebakaran kembali meningkat signifikan menjadi 12 kasus. Peristiwa tersebut terdiri atas dua kebakaran bangunan, tujuh kebakaran lahan, serta tiga kejadian lainnya. Dugaan penyebabnya meliputi korsleting listrik, kelalaian, unsur kesengajaan, dan sejumlah kasus yang masih dalam proses pendalaman petugas.

Wilayah Mentawa Baru Ketapang dan Baamang tercatat sebagai daerah dengan angka kejadian tertinggi pada periode tersebut. Selain itu, kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hulu.

Sementara itu, pada April 2026 Disdamkarmat mencatat delapan kejadian kebakaran, termasuk empat kebakaran bangunan. Dugaan penyebabnya meliputi tiga kasus korsleting listrik, satu kebocoran gas elpiji, satu akibat kelalaian, serta tiga lainnya masih dalam penyelidikan.

Melihat tren tersebut, Pemkab Kotim melalui Disdamkarmat terus mengintensifkan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi langsung di lingkungan permukiman, fasilitas umum, sekolah, hingga kawasan usaha.

Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik secara aman, menghindari penggunaan colokan bertumpuk, serta memastikan kabel dan perangkat kelistrikan yang digunakan dalam kondisi layak.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas elpiji, termasuk memastikan regulator dan selang gas terpasang dengan benar serta segera mengganti perangkat yang sudah tidak layak pakai.

Tidak hanya itu, Pemkab Kotim juga mengimbau para pemilik lahan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca panas dan memasuki musim kemarau.

Menurut Hery, pencegahan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan gas secara aman, dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.

Pemkab Kotim berharap melalui edukasi yang terus digencarkan, masyarakat semakin memahami pentingnya langkah antisipasi sejak dini sehingga angka kejadian kebakaran dapat ditekan dan keselamatan warga lebih terjamin. (to)

Berita Terkait