



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat menangani genangan air yang melanda sejumlah ruas jalan di dalam Kota Sampit akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan mengoperasikan mobile pump atau pompa mobile untuk mempercepat penyedotan air di titik-titik rawan banjir.
Wakil Bupati Kotim, Irawati turun langsung memantau sekaligus melakukan uji coba penggunaan mobile pump bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kamis (21/5/2026).
Peralatan tersebut dipinjam dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II sebagai bentuk dukungan penanganan genangan di wilayah perkotaan.
“Hari ini saya bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan percobaan penggunaan mobile pump yang dipinjam dari BWS Kalimantan II sebagai langkah penanganan genangan air di wilayah Kota Sampit,” kata Irawati.
Uji coba dilakukan di depan Kantor Disperindag dan Koperasi Kotim. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang mengalami genangan cukup tinggi karena kapasitas drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang terus meningkat.
Dalam kegiatan itu, air yang menggenang disedot menggunakan mobile pump dan dialirkan menuju saluran drainase BPBD untuk mempercepat proses surutnya air.
Menurut Irawati, penggunaan pompa mobile merupakan langkah darurat yang diharapkan mampu membantu mengurangi dampak banjir perkotaan, terutama di ruas jalan dan kawasan pelayanan publik yang kerap terdampak saat hujan deras.
Ia menyebutkan, Pemkab Kotim saat ini terus berupaya memaksimalkan berbagai sumber daya yang ada agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.
“Rencananya mobile pump ini akan digunakan untuk membantu penyedotan air di beberapa ruas jalan yang terdampak banjir di wilayah Kota Sampit,” ujarnya.
Meski proses penanganan di lapangan belum sepenuhnya berjalan optimal. Kondisi pasang tunggal yang terjadi menyebabkan aliran air menuju saluran pembuangan menjadi lambat sehingga memengaruhi kecepatan penyedotan genangan.
“Masih terdapat kendala, yakni kondisi pasang tunggal yang menyebabkan aliran air kurang maksimal sehingga proses pembuangan air menjadi lebih lambat,” jelasnya.
Kendati menghadapi hambatan teknis, Pemkab Kotim bersama BPBD tetap melakukan pemantauan secara intensif di sejumlah titik rawan genangan. Petugas juga disiagakan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin apabila curah hujan kembali meningkat.
Langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah ini mendapat perhatian masyarakat karena dinilai menjadi bentuk keseriusan dalam menangani persoalan banjir perkotaan yang selama ini kerap terjadi saat musim hujan.
Selain penanganan darurat melalui penyedotan air, Pemkab Kotim juga terus mendorong perbaikan sistem drainase dan normalisasi saluran air di sejumlah kawasan sebagai solusi jangka panjang guna mengurangi risiko genangan berulang. (to)