



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menatap tahun anggaran 2027 dengan optimisme. Hal itu ditandai dengan pengajuan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Kotim yang memproyeksikan pendapatan dan belanja daerah masing-masing sebesar Rp1,702 triliun.
Dokumen tersebut menjadi fondasi awal penyusunan APBD yang diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 disampaikan Wakil Bupati Kotim, Irawati, dalam rapat paripurna DPRD Kotim, Senin, (13/7/2026) Menurutnya, penyusunan dokumen anggaran tersebut bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi, melainkan menjadi instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah selama satu tahun anggaran ke depan.
“Penyampaian rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 ini merupakan rangkaian dalam proses penyusunan anggaran daerah yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku,” ujar Irawati.
Ia menjelaskan, penyusunan KUA dan PPAS mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen tersebut disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta selaras dengan pedoman penyusunan APBD yang diterbitkan Menteri Dalam Negeri. Seluruh proses dilakukan agar kebijakan fiskal daerah tetap berada dalam koridor regulasi sekaligus mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.
Sesuai ketentuan, kepala daerah wajib menyampaikan rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD paling lambat pada minggu kedua Juli. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibahas bersama legislatif hingga tercapai kesepakatan sebagai dasar penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Dalam pemaparannya, Irawati menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Kotawaringin Timur pada 2027. Keyakinan tersebut didasarkan pada tren membaiknya berbagai indikator makro ekonomi daerah selama dua tahun terakhir yang menunjukkan arah pemulihan dan pertumbuhan yang semakin positif.
“Kita berharap semoga kinerja ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2027 akan menjadi lebih baik,” katanya.
Ia mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi Kotim meningkat signifikan dari 4,00 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang terus bergerak positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 4,63 persen menjadi 4,39 persen, menandakan semakin terbukanya peluang kerja bagi masyarakat. Pada saat yang sama, kualitas pembangunan manusia juga mengalami peningkatan yang tercermin dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,47 menjadi 74,96.
Pemkab juga mencatat keberhasilan dalam pengendalian kemiskinan. Pada 2025, angka kemiskinan berada di level 5,83 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 8,25 persen. Sementara itu, laju inflasi dinilai masih berada dalam kondisi yang terkendali, yakni 1,18 persen pada 2024 dan 2,66 persen pada 2025, sehingga mampu menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Meski sejumlah indikator menunjukkan tren yang menggembirakan, pemerintah daerah tetap mencermati berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi. Gejolak ekonomi regional maupun nasional dinilai masih dapat memberikan dampak terhadap sejumlah sektor, sehingga diperlukan kebijakan anggaran yang adaptif, efektif, dan tepat sasaran.
“Jika memperhatikan kinerja ekonomi daerah di atas, terlihat ada indikator ekonomi yang capaiannya sudah cukup baik dan ada indikator ekonomi yang mengalami koreksi sebagai dampak dari dinamika atau gejolak ekonomi regional maupun nasional,”tandasnya. (to)