



NANGA BULIK, KaltengEkspres.com – Bidang pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Lamandau, hal itu terlihat dari kegiatan yang diinisiasi oleh dunia usaha dengan menggelar pelatihan yang diikuti 120 guru dari berbagai jenjang pandidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP di bawah naungan Yayasan Astra Agro Lestari.
Diketahui, kegiatan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Astra Agro Lestari Area Kalimantan Tengah ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari kekerasan, serta menghargai kebutuhan dan keberagaman setiap peserta didik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamandau, Teguh Ciptadi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut. “Sekolah ramah anak merupakan isu strategis yang perlu diterapkan secara nyata karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan sekolah dalam memberikan rasa aman dan kesempatan belajar yang setara,” ungkapnya, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan, pembangunan dibidang pendidikan merupakan tanggungjawab bersama sehingga daapat mewujudkan kualitas pendidikan yang akan mendukung peningkatan sumber daya manusia yang diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, serta menghargai keberagaman peserta didik,” ujarnya.
Ia berharap sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Astra Agro dapat menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain di Kabupaten Lamandau dan wilayah sekitarnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, pelatihan menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Konselor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Lamandau, Intan Sona membahas pentingnya kesehatan psikologis guru dan siswa sebagai fondasi terciptanya proses pembelajaran yang positif.
Sementara itu, Kepala Sekolah SKHN I Nanga Bulik, Ismawati menyampaikan strategi praktis pendidikan inklusif. Para guru diajak memahami cara membangun kelas yang mampu mengakomodasi perbedaan latar belakang, kemampuan, kondisi, dan kebutuhan belajar setiap anak.
“Dalam kegiatan ini, materi diperdalam melalui diskusi dan berbagi pengalaman yang memberi ruang kepada peserta aktif membahas berbagai tantangan yang mereka hadapi sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Perwakilan Manajemen PT Nirmala Agro Lestari, Ahmad Hidayat, berharap pelatihan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.
“Harapannya, seluruh guru dapat mengambil manfaat dan ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini sebagai bekal positif dalam mendidik dan membimbing peserta didik di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui kegiatan ini, MKKS Astra Agro Lestari Area Kalimantan Tengah bersama PT Nirmala Agro Lestari mendorong para guru menjadi penggerak terciptanya budaya sekolah yang menghargai hak anak, menjunjung kesetaraan, dan memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk tumbuh secara optimal.
“Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Astra Agro dalam mendukung pendidikan berkualitas dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” pungkasnya. (Btg)