



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama kembali menjadi sorotan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Tingginya kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut diduga dipengaruhi kurangnya rambu-rambu jalan serta banyaknya ruas yang mengalami kerusakan.
Anggota DPRD Kobar, Muhammad Toha, mengatakan, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar tidak terus memicu keresahan masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya pada Senin (18/5/2026).
Menurut Toha, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik jalan yang selama ini dikeluhkan warga. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni kawasan Simpang Y yang dinilai cukup membingungkan bagi pengguna jalan.
Dari hasil peninjauan tersebut, DPRD menilai kebutuhan akan rambu-rambu lalu lintas sangat mendesak, terutama di titik rawan kecelakaan. Keberadaan rambu dinilai penting untuk memberikan petunjuk sekaligus meningkatkan kewaspadaan pengendara saat melintas.
“Kami bersama Dinas PUPR dan Dishub turun langsung melihat kondisi jalan. Memang masih minim rambu-rambu, khususnya di kawasan Simpang Y yang cukup membingungkan bagi pengendara,” ujar Toha.
Ia berharap instansi terkait dapat segera mengambil langkah penanganan, baik melalui pemasangan fasilitas keselamatan jalan maupun perbaikan infrastruktur yang rusak. Menurutnya, percepatan penanganan akan memberi rasa aman bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Selain persoalan rambu, Dewan juga menyoroti banyaknya jalan berlubang di beberapa titik. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan, sehingga perbaikan jalan dianggap perlu segera dilakukan untuk mencegah terjadinya korban kecelakaan. (di)