




PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Mulyadin mengapresiasi peresmian Pasar Seni Kiai Gede yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Senin (11/5). Pasar seni yang dibangun melalui anggaran APBD Tahun 2025 itu diresmikan langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah.
Menurut Mulyadin, hadirnya Pasar Seni Kiai Gede menjadi upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memperkenalkan potensi budaya daerah kepada masyarakat luas. Ia menilai keberadaan pasar tersebut dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan berbagai produk unggulan khas Kotawaringin Barat.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas terealisasinya pembangunan pasar seni yang disebut sebagai salah satu program peninggalan pada masa Penjabat Bupati sebelumnya, Budi Santosa.
Fasilitas tersebut lanjut dia, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM lokal.
“Semoga pasar seni ini terus berkembang dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal melalui produk-produk lokal yang dipasarkan di sini,” ujarnya.
Mulyadin menilai konsep pasar yang memadukan unsur seni, budaya, kerajinan tangan, hingga kuliner tradisional memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ia mengaku melihat cukup banyak produk lokal yang sudah dipasarkan, meski terdapat pula produk dan nuansa budaya dari luar daerah yang menambah keberagaman di kawasan tersebut.
Ke depan, ia berharap Pasar Seni Kiai Gede lebih banyak diisi produk khas Kotawaringin Barat maupun Kalimantan Tengah agar identitas daerah semakin kuat. Selain menjadi pusat perdagangan, pasar seni itu juga diharapkan mampu menjadi sarana promosi budaya dan destinasi bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah.
“Harapan kami, pasar seni ini dapat menjadi salah satu ikon promosi budaya dan produk unggulan daerah bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” tandasnya. (di)