



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Rencana investasi besar senilai Rp160 triliun di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memantik perhatian publik. Proyek pembangunan pabrik pengolahan bauksit (smelter) yang akan berdiri di kawasan Pulau Hanaut disebut bakal menjadi yang terbesar di Kalimantan Tengah.
Namun di balik optimisme, DPRD Kotim mengingatkan agar proyek raksasa itu tidak sekadar mengejar keuntungan investor, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, dapil III, Zainuddin, menegaskan agar penyerapan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan, jangan sampai warga Kotim hanya jadi penonton di kampung sendiri.
“Kita bersyukur jika investasi sebesar ini benar-benar terealisasi. Tapi jangan sampai tenaga kerja didominasi orang luar. Masyarakat lokal harus jadi prioritas,” tegas Zainuddin, Sabtu (4/10).
Selain soal tenaga kerja, Zainuddin juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan yang bisa timbul dari aktivitas industri berat seperti smelter. Ia menekankan, setiap tahapan pembangunan harus dikawal ketat agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang merugikan warga sekitar.
“Investor wajib taat aturan dan mengelola limbah dengan benar. Jangan sampai proyek besar ini meninggalkan bencana ekologis di kemudian hari,” ujarnya.
Zainuddin menambahkan, dengan investasi sebesar itu, Pulau Hanaut semestinya bisa bangkit dari ketertinggalan. Daerah yang selama ini sulit dijangkau diharapkan menjadi sentra ekonomi baru, apalagi wilayah itu memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa, hasil pertanian, dan wisata pantai.
“Tujuan investasi harus jelas, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan menyingkirkan mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor membenarkan adanya rencana pembangunan pabrik pengolahan bauksit di Pulau Hanaut. Menurutnya, proyek tersebut akan berdiri di atas lahan sekitar 16 ribu hektare, membentang dari Cemeti hingga Desa Babaung.
“Kita berharap keberadaan smelter ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan membuka lapangan kerja besar bagi masyarakat,” ujar Halikinnor. (to)