



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pihak Bandara H Asan Sampit dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) serta Komite Nasjonal Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelidiki temuan serpihan besi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dari hasil penyelidikan ini, kuat dugaan bangkai besi tersebut merupakan serpihan roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E.
“Kita sudah berkoordinasi dengan KNKT dan BRIN terkait hasil temuan kami di lokasi dan sudah kami teruskan ke pihak tersebut,” kata Person in Charge (PIC) CAPT Bandara H Asan Sampit Zachrudien kepada awak media, Senin (19/10).
Ia menyebut, bahwa pihaknya telah menelusuri lokasi jatuhnya serpihan benda asing tersebut bersama TNI dan Polri. Bahkan berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, KNKT dan BRIN.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10) sore, sekitar pukul 17.36 WIB. BRIN juga menyebutkan, bahwa serpihan tersebut tidak mengandung bahan beracun.
Sementara itu, KNKT telah mencermati penanda pada salah satu serpihan yang ditemukan, yakni kode “2ZQE31-20-15”. Penanda tersebut dinilai sangat identik dengan nama roket pembawa satelit China, Zhuque 2E.
Setelah berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di bawah BRIN, KNKT memperoleh konfirmasi bahwa puing tersebut merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China. (hl)