Home / Kobar

Jumat, 24 Desember 2021 - 17:09 WIB

Korban Arisan Bodong Tertipu Ratusan Juta 

Salah seorang korban saat menceritakan kerugian yang dialaminya saat mengikuti arisan online bodong, Jumat (24/12).

Salah seorang korban saat menceritakan kerugian yang dialaminya saat mengikuti arisan online bodong, Jumat (24/12).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Salah seorang wanita berinisial NR turut menjadi korban penipuan modus arisan bodong yang dilakukan oleh tersangka berinisial RV. Tak tanggung-tanggung kerugian yang dialami para korban ini mencapai ratusan juta.

Kasus investasi arisan bodong belakangan ini santer jadi perbincangan warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar. Lantaran korbannya cukup banyak. Hanya tergiur iming – iming bunga besar sekitar 35 persen, para korban nekat menanamkan uangnya kepada oknum bandar arisan bodong.

Alhasil, bukan keuntungan yang di dapat malah uang raib dihabiskan oleh oknum pelaku. Seperti yang dialami NR (23) warga Jalan Pasanah, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan. Ia mengaku merugi sekitar Rp 49 juta.

Ternyata NR tidak sendiri. Bahkan ada beberapa korban yang juga rekannya insial IE mengaku tertipu hingga Rp 200 juta, Y tertipu 56 juta dan YA tertipu Rp 13 juta.

Menurut NR, selain korban yang tersebut diatas masih banyak korban penipuan yang dilakukan oleh terduga pelaku, seorang wanita inisial RV yang merupakan warga asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel (Sesuai KTP.red), dan apabila ditotal kerugian para korban ini bisa mencapai hingga Rp 1 Miliar.

Baca Juga :  Bejat, Guru Silat Setubuhi Muridnya Hingga Hamil

NR (23) meminta apa yang dialaminya ini diinformasikan ke publik, agara tidak ada lagi korban yang tertipu dengan investasi atau arisan bodong, dengan modus menawarkan bunga atau pendapatan yang besar dalam waktu yang sangat singkat, ucapnya.

“Saya tertipu arisan dan Get Investasi bodong, untuk investasi saya tertipu sekitar Rp 42 juta dan tertipu arisan Rp 7 juta,”ungkapnya, Jumat, (24/12/2021).

Ia menjelaskan, bahwa modus si RV ini dengan menawarkan arisan get investasi atau arisan duel. Dalam hal tersebut ada tiga pihak, yaitu pemberi dana atau ‘Investor’, pencari dana dan peminjam dana.

Dalam kasus ini, terduga pelaku RV adalah pencari dana atau ‘Bandar’ yang nantinya akan diberikan kepada pihak ketiga selaku peminjam dan akan ada bunganya.

Misalnya, untuk Get Investasi per Rp 1 juta didalam waktu 25 hari akan mendapat Rp 350.000, jadi backnya atau kembali Rp 1.350.000 atau bunganya adalah sekitar 35 persen. Kemudian, si terduga pelaku RV ini bisa juga menjual arisan, yaitu beli Rp 7 juta Get nya adalah Rp 10 juta dalam waktu 6 hari.

Baca Juga :  Tipu Emak-emak, Bandar Arisan Online Diciduk Polisi

“Sempat tiga bulan sejak awal gabung pada pertengahan tahun 2021 itu lancar pemasukannya, namun setelah bulan ke empat, si RV ini mulai susah dihubungi, saat dimintai penjelasan kapan pencairan selalu beralasan, mulai dari tetangga meninggal dan alasan lain – lainnya”.

Jadi selama itu saya hanya dapat Rp 10 jutaan, jadi tidak sepadan dengan yang aku kasih ke dia,” ucapnya kesal.

Pada Desember 2021 itulah puncaknya si RV ini menunjukkan gelagat tidak baik. Mulai nomor tidak bisa dihubungi dan ternyata pergi dari Pangkalan Bun ke Banjarmasin naik Bus bersama suaminya.

“Jadi saat saya datangi di rumah mertuanya ternyata si RV dari pagi sudah tidak ada di rumah. Kemudian saya coba datang ke rumah neneknya dan ternyata juga tidak ada dan neneknya juga tidak tau apa – apa. Ternyata, saya dapat informasi kalau si RV pergi ke Banjarmasin,” tandasnya. (yr)

Share :

Baca Juga

Kobar

Aksi Pencurian Ponsel di RSSI Terekam CCTV

Kobar

Jual Sabu, Dua Sopir Truk PT BJAP Diringkus Polisi

Kobar

Nekat Gelapkan Uang Tagihan, Sales Diciduk Polisi 

Kobar

569 Napi Lapas Pangkalan Bun Gunakan Hak Pilih

Kobar

Pemkab Kobar Ambil Alih Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Kepsek

Kobar

Traffic Light Tidak Berfungsi Dikeluhkan Pengendara

Kobar

Ribuan Karyawan PT Astra Disuntik Vaksin Sinopharm

Hukum Kriminal

Wanita Paruh Baya Tewas dengan Kondisi Pisau Menancap di Dada