




PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengevakuasi induk dan anak orangutan yang berada di kawasan areal Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng, Selasa (29/9/2026).
Kedua orangutan tersebut kemudian dibawa ke Care Center and Quarantine (OCCQ) milik Orangutan Foundation International (OFI), untuk menjalani observasi dan penanganan lebih lanjut.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, mengatakan, evakuasi tersebut dilakukan berawal dari adanya laporan kelompok tani setempat yang menyebut ada dua orangutan di wilayah mereka.
Menindaklanjuti laporan ini, anggota langsung berangkat ke lokasi untuk melakukan rescue. Ketika tiba di lokasi, tim langsung melakukan penelusuran dan melakukan upaya rescue melalui metode pembiusan.
“Saat itu langung dilakukan proses evakuasi dengan terlebih dahulu dilumpuhkan menggunakan metode pembiusan. Sekitar pukul 14.23 WIB, orangutan berhasil dibius dan selanjutnya dievakuasi dari lokasi dengan bantuan anggota kelompok tani,”ungkapnya kepada awak media dalam rilisnya.
Setelah berhasil dievakuasi, tim juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kedua orangutan. Sampel darah telah diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Ia menjelaskan, bahwa orangutan tersebut induk diketahui bernama Wana, berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia 25 tahun dan berat 24 kilogram. Sementara anaknya bernama Wiyata, berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 8 tahun dengan berat 8 kilogram. (rd)