Home / DPRD Kotim / Kotim

Senin, 22 Februari 2021 - 16:03 WIB

Warga Pahirangan Portal Kebun PT.KMA

Warga saat berada di kebun PT KMA dan bersiap memasang portal, Senin (22/2).

Warga saat berada di kebun PT KMA dan bersiap memasang portal, Senin (22/2).

SAMPIT, KaltengEkspres.com– Masyarakat Desa Pahirangan yang tergabung di dalam kelompok Koperasi Garuda Maju Bersama (GMB) menduduki lahan perkebunan PT. Karya Makmur Abadi (KMA), sekaligus memportal ruas jalan kebun setempat, Senin (22/2).

Aksi tersebut mereka lakukan guna menuntut realisasi plasma yang dijanjikan karena belum ada kejelasan. Pasalnya, sesuai hasil kesepakatan antara masyarakat dan PT.KMA, perusahaan menjanjikan merealisasikan plasma di dalam luasan lahan HGU dengan luasan lahan seluas 1.080,73 Hektar.

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan juga sekaligus perwakilan dari Masyarakat anggota Koperasi Garuda Maju Bersama Desa Pahirangan M. Abadi mengatakan, Surat Keputusan (SK) Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 73/ HGU/ KEM- ATR/BPN/2016 tersebut sudah jelas, sesuai point yang tercantum di dalam Diktum ke lima.

Baca Juga :  Dewan Dorong Dirumuskan Perda Parkir

“Didalam SK Kementerian Agraria dan Tata Ruang /Kepala Badan Pertanahan Nomor 73 tahun 2016 itu sudah jelas,”ungkapnya.

Karena sesuai hasil kesepakatan antar pihak Koperasi Garuda Maju Bersama dengan pihak PT KMA yang tertuang didalam Diktum ke-lima lanjut dia, menyatakan dalam tenggang waktu 18 bulan terhitung sejak tanggal keputusan tersebut.

Baca Juga :  Manfaatkan Fungsi Pos Terpadu Sebaik Mungkin

Tepat di lokasi yang dicadangkan sebagai kebun plasma untuk masyarakat anggota Koperasi Garuda Maju Bersama tersebut tidak juga mendapat pelepasan kawasan hutan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka pihak PT KMA Wajib menyerahkan sebagian dari tanah yang diberikan Hak Guna Usaha (HGU) ini seluas 1.080,73 Ha, untuk lokasi Kebun bagi masyarakat anggota Koperasi Garuda Maju Bersama.

Selain itu, pihaknya hari ini meminta kepada pihak PT KMA, agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas dan kegiatan apapun di atas luasan lahan setempat, sebelum permasalahan diselesaikan oleh pihak perusahaan. (Ry)

Share :

Baca Juga

DPRD Kotim

Dewan Sorot PJU yang Tidak Berfungsi

Kotim

Tak Kunjung Selesaikan Sangketa, Tim Desa Patai Semprot Pemkab Kotim

Kotim

Tak Gunakan Masker, Sejumlah Warga Kotim Terjaring Operasi Yustisi

DPRD Kotim

Penyaluran Bantuan Perlu Diteliti Tanggal Kadaluwarsanya

Kotim

Miras Oplosan Turut Dibagikan ke Mahasiswa Surabaya

Kotim

Geger…Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Bawah Pelabuhan PPM Sampit

DPRD Kotim

Perbaikan Ring Road Selatan Sampit Dianggarkan Rp. 10 Miliar

Kotim

Geger! Bayi Kembar Dibuang di Bak Sampah