




SAMPIT, KaltengEkspres.com – Seorang pemuda berinisial HR (20) warga Desa Bakti Karya, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tega membunuh orang tuanya sendiri berinisial TT (65) Jumat (31/7).
Korban tewas dibunuh dengan senjata tajam oleh pelaku hanya karena tidak terima diajak pergi tahlilan.
“Kita mendapatkan laporan bahwa terjadi pembunuhan, sehingga anggota langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino Heriyanto, Sabtu (1/8).
Akibat kejadian ini lanjut dia, korban mengalami luka bacok di kepala dan leher, sehingga nyawanya tidak terselamatkan dan tewas di tempat kejadian.
Ia menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat korban mengajak dan menyuruh tersangka untuk pergi ke tahlilan. Namun saat itu tersangka menolak, hingga korban memarahinya.
Amarah korban ini memicu membuat pelaku emosi dan mengambil besi di bawah rumah kemudian berupaya dipukulkan ke korban. Namun saat itu dihalau salah seorang warga hingga besi tersebut dibuang ke luar rumah.
Gagal melakukan pemukulan dengan besi, pelaku tetap tidak terima. Akhirnya saat korban ke luar rumah, pelaku berusaha memukul korban. Namun dapat dihindari, hingga pelaku kembali menbacok korban ke arah kepala dan leher.
Bacokan tersebut membuat korban tersungkur dan tidak berdaya. Hingga tewas di tempat kejadian. Setelah melakukan pembacokan, pelaku langsung kabur.
“Saat itu kami melakukan pengejaran dan menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akibat ulahnya ini pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancamab hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (ahm)