Dewan Nilai Merosotnya Panen di Pandih Batu Akibat Cuaca Ekstrem

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Lohing Simon

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Ketua komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Lohing Simon menilai, merosotnya hasil panen para petani yang berada di lokasi lumbung pangan nasional di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, akibat adanya musim hujan yang ekstrem.

Bahkan, dengan adanya perubahan musim tanam yang sebelumnya dua kali dalam satu tahun menjadi tiga kali dalam satu tahun, hal tersebut wajar dilakukan dalam teknologi pertanian modern yang saat ini diterapkan pada program lumbung pangan nasional atau Food Estate.

“Kalau saya berpikir positif saja, namanya pertanian modern ya memang itu tiga kali panen. Gagalnya ini saya liat karena musim hujan, karena kan hujan di daerah Jawa dengan di Kalimantan beda. Bahkan musim hujan kali ini menyebabkan wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sebelumnya tidak pernah banjir, tapi sekarang banjir. Nah ini yang mungkin lepas dari perhitungan itu,” kata Lohing, Senin (1/2/2021).

Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan kepada pemerintah, agar dapat segera memberikan sosialisasi serta pemahaman kepada para petani sehingga tidak menyurutkan semangat para petani untuk tetap mengembangkan pertanian modern tersebut.

“Saran saya, pemerintah harus mendengar keluhan mereka sekarang, jangan sampai mereka itu merasa ditinggalkan, malah kita harus memberikan pendekatan dan penjelasan terkait informasi kendala yang dihadapi sekarang. Supaya mereka pun segera memahami itu,” pungkasnya. (Ra)

Berita Terkait