Diduga Dibunuh, Nenek 63 Tahun Ditemukan Tewas dalam Kamar

Anggota Polsek Kapuas Tengah saat melakukan olah TKP di rumah korban, Rabu (3/7/2019).

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com – Tragis nasib dialami seorang nenek bernama Rahmawati (63). Wanita lanjut usia (lansia) ini ditemukan tewas di dalam rumahnya yang terletak di Desa Tapen RT 2 Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Rabu (3/7/2019), pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Diduga kuat korban ini tewas dibunuh, karena saat dilakukan pemeriksaan di tubuh korban ditemukan bekas luka tusukan senjata tajam (sajam) dibagian leher dan memar di dada. Kasus ini masih diselidiki anggota Polisi Sektor (Polsek) Kapuas Tengah.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, peristiwa dugaan pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh salah seorang anak korban yang saat itu mendatang rumah berniat hendak mengobati ibunya karena sakit. Ketika berada di depan pintu rumah, anak korban ini kemudian mengetuk pintu beberapa kali, namun tak ada jawaban.

Karena tak ada jawaban, selanjutnya anak korban ke belakang rumah dan masuk lewat pintur dapur yang saat itu kondisinya sedang terkunci. Ketika berhasil membuka pintu, kemudian masuk ke dalam anak korban kaget melihat ibunya tergeletak telentang di lantai kamar dengan kondisi bersimbah darah.

Mengetahui ibunya meninggal dunia dengan cara mengenaskan tersebut, anak korban langsung melaporkan ke Mapolsek Kapuas Tengah terkait kejadian yang dialami ibunya tersebut.

Menerima laporan ini, anggota Polsek Kapuas Tengah langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Kapolsek Kapuas Tengah AKP Amri ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Seusai menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk berangkat ke lokasi kejadian, dengan melakukan penyelidikan yakni memintai keterangan saksi serta olah TKP.

“Untuk saat ini anggota masih menyelidiki guna mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan memang ada bekas luka di leher korban dan pukulan di dada. Namun untuk memastikan apakah itu bekas kejahatan masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan saksi, guna mengungkap pelakunya,”ungkapnya Kamis (4/7/2019). (at/hm)