Home / Metro Palangka Raya

Jumat, 20 Juli 2018 - 08:35 WIB

Nonbar Kisah Nyata Pemberantasan Teroris, Kapolda dan Gubernur Menyaksikan Film 22 Menit

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com  Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko, Gubernur Sugianto Sabran, Ketua DAD Agustiar Sabran, Wakapolda Brigjned Pol Dedi Prasetyo, dan Wakil Ketua DPRD Kalteng Abdul Razak bersama jajaran penjabat utama Polda dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kalteng serta ratusan personel kepolisian dan masyarakat, nonton bareng (nonbar) Film 22 Menit di Bioskop 21 Palma, Kamis (19/7/2018) malam.

Dalam film itu penonton disuguhi aksi humanis dan aksi heroik kepolisian dalam meringkus para teroris yang beraksi di Plaza Sarinah. Film garapan Eugene Panji dan Myrna Paramitha itu diadaptasi dari kisah nyata tragedi Bom Sarinah pada Januari 2016 lalu. Pada film itu Polri menyakinkan bersama segenap elemen masyarakat bersama-sama akan menjadi kekuatan besar dalam memberantas terorisme.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menilai film 22 menit memperlihatkan kerja keras dan kerja profesional jajaran kepolisian Republik Indonesia dalam menumpas terorisme. Film ini juga menjadi inspirasi untuk lebih waspada dan peduli pada lingkungan sekitar agar aksi terorisme bisa terdeteksi sedini mungkin dan bisa ditangulangi.”Ini sangat luar biasa, saya salut,”ujarnya.

Baca Juga :  Rektor UPR Gagas Pembangunan Laboratorium Terpadu

Sugianto mengatakan, pihak kepolisian butuh dukungan dari masyarakat dalam upaya pemberantasan terorisme. Karena kepedulian masyarakat akan mencegah dari terjadinya tindak terorisme yang bisa memberikan dampak besar dan negatif.

“Masyarakat perlu menonton film ini dan setelah menyaksikannya kita tekadkan Polri bersama segenap elemen masyarakat harus menjadi kekuatan besar dalam memberantas terorisme,”paparnya.

Ia menambahkan, tidak perlu takut teroris, walaupun berbagai bentuknya baik secara nyata maupun secara visual.”Intinya kita yakin semua masyarakat mendukung pemberantasan terorisme, jadi sebelum mereka bertindak polisi sudah bertindak,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko secara tersirat menyampaikan film 22 menit memiliki pesan penting tentang bahaya terorisme harus diketahui oleh masyarakat luas.

“Bahaya terorisme sebagaimana yang tergambar dalam film tersebut harus diwaspadai sedini mungkin. Kewaspadaan harus mulai dari yang terkecil, dari kita dan dari sekarang,”ungkap Anang singkat. (dr)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota

Dewan Kota Dukung Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Hukum Kriminal

Hadapi Pelaksanaan PSBB Ditsamapta Polda Kalteng Gelar Latihan Dalmas

Metro Palangka Raya

Sempat Melawan, Pelaku Curanmor Didor Polisi

Metro Palangka Raya

DKPP RI Minta Penyelenggara Pilkada Kalteng Jaga Integritas

Metro Palangka Raya

Daftar ke PDIP, Perdie Ramaikan Bursa Pencalonan Pilgub Kalteng

Metro Palangka Raya

Curi Besi Scaffolding, Dua Sahabat Karib Ditangkap Polisi

DPRD Kota

Dewan Sorot Kasus Kekerasan Terhadap Anak 13 Tahun

Metro Palangka Raya

BNNP Kalteng Musnahkan 400 Ribu Butir Obat Zenith
error: Content is protected !!