Dampak Kabut Asap, 4.004 Warga Kalteng Terpapar ISPA

Ilustrasi bocah terpapar ISPA. (Foto :ilustrasi net)

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit daerah menangani 4.004 kasus pasien gangguan inspeksi saluran pernapasan (ISPA) yang berkaitan dengan paparan kabut asap Karhutla.

Sejumlah langkah perlindungan masyarakat terus dilakukan, antara lain melalui pembagian puluhan ribu masker, pengoperasian posko kesehatan bergerak, serta penyediaan oksigen gratis di sejumlah lokasi yang membutuhkan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dan perlindungan di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap Karhutla.

Untuk memperkuat koordinasi dan percepatan penanganan, Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penetapan status tersebut, agar seluruh unsur terkait terus diperkuat dan dikoordinasikan supaya penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan terukur, sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Kita juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan alat pelindung atau memakai masker saat keluar rumah, hal ini bertujuan untuk mencegah masyarakat terpapar penyakit ISPA. (Ro)

Berita Terkait
<