Diduga Korban Pembunuhan, Idrus Ditemukan Tewas di Tepi Sungai

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Warga yang melintasi ruas Jalan Trans Palangka Raya-Kuala Kurun Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria paruh baya tewas mengapung di tepi Sungai Lais di kawasan setempat. 

Jasad korban yang identitasnya diketahui bernama Idrus (50) tinggal di Jalan Srigunting Kota Palangka Raya ini, ditemukan dalam kondisi tersandar di tepi sungai, Selasa (15/5) pagi. Diduga kuat, korban ini tewas karena dibunuh. Karena dari hasil visum petugas medis RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, ditemukan bekas luka dibagian kepala yang tembus ke otaknya.

Sumber yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, jasad korban ini pertama kali ditemukan salah seorang warga yang melintas di tepi sungai. Saat pertama kali ditemukan, korban diduga masih hidup karena terlihat sempat mengepakkan tangannya diatas air sungai sebelum akhirnya meninggal dunia.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kalteng Kombes Ignatius Agung Prasetyoko ketika dimintai keterangan mengakui adanya temuan mayat korban tersebut. Menurut dia,  penemuan jenazah pria ini pertama kali oleh dua orang warga yang akan mengangkat jala perangkap ikan di sekitar Danau Lais.

Saat berjalan menyusuri tepi sungai, dua warga ini melihat korban dalam kondisi tersandar di tepi sungai dan saat itu sudah dalam keadaan berlumuran darah dengan mengepakkan tangannya diatas air. 

“Melihat korban yang berlumuran darah, kedua warga ini tidak berani mendekati korban, dan langsung lari ke tepi jalan raya dan meminta bantuan petugas yang kebetulan saat itu melintas. Petugas yang mendapati laporan tersebut langsung mendatangi lokasi penemuan pria dengan sejumlah luka pada bagian kepala tersebut namun saat petugas tiba di lokasi korban sudah tidak bernyawa,”ungkap Ingnatius kepada sejumlah awak media saat melihat jenazah korban di kamar mayat RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Selasa (15/5).

Ia menjelaskan, bahwa dugaan kuat korban ini tewas dibunuh. Itu diketahui dari bekas luka di kepala korban yang tembus ke dalam otak. Bahkan diduga aksi sadis ini belum lama terjadi seusai ditemukan. Karena saat pertama kali ditemukan korban sempat bergerak menggepakan tangannya seakan memintai tolong. 

“Kasus ini masih kita selidiki untuk mengungkap penyebab kematiannya,”papar Ignatius. (ds/hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here