Penumpang Sebut Sumber Api Berasal Dari Bagian Mesin

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Kebakaran Kapal Motor (KM) Dharma Kencana II di Perairan Karimun Jawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah (Jateng) menyisakan cerita, dari sejumlah penumpang yang berhasil selamat. Catatan tim Kalteng Ekspres.com, penumpang dan awak beserta kapal (ABK) yang berhasil selamat berjumlah sebanyak 209 orang. Kejadian ini juga membuat sejumlah kendaraan baik sepeda motor dan mobil milik penumpang hilang terbakar dan tenggelam.

“Awal kejadian, saya melihat api muncul dari arah bawah tepatnya disekitar bagian mesin. Kemudian membesar dan membakar kendaraan roda empat yang berada diatasnya. Setelah itu api merambat ke dek atas tempat penumpang,”ujar salah seorang penumpang asal Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat (Kalbar) bernama Santoso kepada Kalteng Ekspres.com Senin (30/10/2017).

Menurut dia, saat api naik keatas dek penumpang, pihaknya langsung lari berhamburan. Sebagian penumpang ada yang pergi ke arah depan bersama nakhoda, sebagian lagi ada yang nekat menceburkan diri kelaut.

“Pada saat itu semua panik. Saya sendiri kalau tidak cepat pergi menyelamatkan diri sudah habis dibakar api. Karena saat kejadian posisi saya berada di dek penumpang dekat dengan arah bagian mesin. Oleh sebab itu lah saya mengetahui persis sumber api pertama kali muncul dari arah mesin ini,”ungkapnya menceritakan kejadian tersebut.

Terpisah  Manager Usaha PT Dharma Lautan Utama (DLU) Gede Maharta ketika dikonfirmasi, membantah hal itu. Menurut dia, untuk kebakaran tersebut biar tim ahli dibidangnya yang mengungkap fakta sesungguhnya. Yakni Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Karena saat ini peristiwa kebakaran ini telah diselidiki oleh instansi terkait.

“Jadi kita jangan berspekulasi terlebih dahulu dengan menyebut penyebab kebakaranya. Mari tunggu hasil penyelidikan dan investigasi petugas KNKT saja,”ujar Gede kepada sejumlah awak media Senin (30/10/2017).

Baca Juga :  Kobar Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik di Kalimantan

Sementara saat dimintai keterangan terkait tanggungjawab kepada para penumpang yang menjadi korban. Gede menerangkan, untuk para korban sebanyak 132 orang, yang empat diantaranya anak-anak serta dua bayi ini, sebanyak 73 orang dipulangkan ke Pontianak Kalbar menggunakan bus. Sedangkan sisannya sebanyak 59 orang dipulangkan ke Semarang Jateng menggunakan pesawat.

“Untuk yang ke Semarang, karena sebagian tidak dapat tiket. Maka kita inapkan di hotel. Sedangkan yang ke Pontianak telah kita berangkatkan bersama bus,”papar Gede.

Gede menambahkan, untuk kendaraan korban yang terbakar, dan telah terdaftar di manifes, pihaknya siap bertanggungjawab. Untuk memberikan kompensasi dan ganti rugi. Sedangkan bagi barang yang tidak terdaftar di manifes, kata dia, pihaknya pasti akan memberikan ganti, hanya tidak bisa full 100 persen. (lm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here