Bupati Gumas Resmikan Gereja GKE Sinta Tumbang Danau

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menghadiri pentahbisan dan meresmikan bangunan Gereja Sinta Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tumbang Danau, serta pembukaan Sinode Resort VI GKE Resort Tewang Pajangan di tahun 2026.

“Bangunan gereja yang baru ini merupakan simbol kebangkitan rohani, sekaligus bukti nyata semangat gotong royong umat, dalam membangun tempat persekutuan layak dan nyaman,” kata Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Kamis (22/10/2026).

Jaya mengatakan, keberadaan rumah ibadah menjadi pusat pembinaan iman maupun wadah mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar umat. Untuk itu, mari rawat kebersamaan dan terus bangun iman yang kokoh demi kesejahteraan bersama.

“Kehadiran bangunan gereja itu kiranya jadi berkat bagi jemaat dan semua orang. Pelayanan juga akan semakin maksimal, yang dilakukan dengan sepenuh hati,” terangnya.

Ia berterima kasih dan mengapresiasi pihak yang sudah berkontribusi dalam pembangunan gedung gereja itu. Keberadaannya bukan sebagai sarana peribadatan, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan, sosial dan pembinaan moral jemaat di wilayah Desa Tumbang Danau dan sekitarnya.

“Pembangunan rumah ibadah seperti ini merupakan wujud nyata kebersamaan maupun gotong royong, dalam membangun kehidupan rohani yang kuat bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja Sinta Jemaat GKE Tumbang Danau Onong T Jahanis menuturkan, pembangunan pertama gereja pada tahun 1996 dengan ukuran 6×8 meter berbahan kayu. Saat itu, jemaatnya sebanyak 14 kepala keluarga (KK) atau 86 jiwa.

Setelah itu pada tahun 2000, ada penambahan fisik bangunan berukuran 4×6 meter. Kemudian di tahun 2005, dilaksanakan perletakan batu pertama untuk pembangunan fisik gedung gereja yang dikerjakan sejak tahun 2012 lalu.

“Kami bersyukur proses panjang dari pembangunan rumah Tuhan ini dapat rampung dengan baik. Saat ini, bangunan gereja yang baru dapat menampung jemaat dalam ibadah minggu dan kegiatan gerejawi lain,” tuturnya.

Jaya menyebutkan, pembangunan gereja ini adalah untuk menyediakan tempat ibadah representatif, nyaman dan aman, serta menjadi pusat pembinaan mental, spriritual dan iman untuk seluruh warga jemaat, mulai dari anak-anak hingga kaum lansia.

“Berdirinya gedung gereja ini,merupakan bukti nyata dari iman, kerja keras dan persatuan seluruh warga jemaat, serta dukungan berbagai pihak yang sudah mendidikasikan waktu, pikiran, tenaga dan materi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana pembangunan gereja itu bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas sebesar Rp80 juta, dari pemerintah provinsi (lemprov) Rp25 juta, persembahan dari kotak maju ke depan jemaat Rp217 juta, sumbangan donator jemaat Rp75 juta, sumbangan dari seluruh jemaat Rp150 juta.

Kemudian bantuan dari Jaya Samaya Monong pada tahun 2012 berupa 200 pak keramik dan semen, lalu upah tukang Rp29 juta, anggota DPRD Yulius Angau Rp5 juta, Iceu Purnamasari serta Nomi Aprilia Rp3 juta, bantuan warga jemaat di Palangka Raya dan Kuala Kurun Rp15 juta, swadaya atau gotong royong jemaat Rp25 juta, dan bantuan dari pemerintah desa Tumbang Danau Rp30 juta.

“Kami berterima kasih atas bantuan, kerja sama dan partisipasi seluruh pihak, baik moril maupun materi, dalam pelaksanaan pembangunan bangunan gereja ini,” tandasnya. (Sa)

Berita Terkait
<