Bupati Gumas Tekankan Kepedulian dalam Melayani Masyarakat

Bupati Gumas Jaya S Monong bersama Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi dan Dandim 1018/Gumas Letkol Arm Danang Wahyu Utomo saat kompak mengikuti kegiatan baru-baru ini. (Foto : sa)

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menekankan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun, mengenai pentingnya rasa kepedulian, memiliki serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kualitas kinerja tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan besar, tapi juga kepekaan dalam menangani persoalan kecil yang kerap luput dari perhatian,” kata Jaya, Kamis (17/9/2026).

Jaya menegaskan kepada jajaran RSUD Kuala Kurun, agar tidak selalu menunggu program atau proyek untuk menangani persoalan yang sederhana di lingkungan pelayanan kesehatan.

“Hal-hal kecil tolong diperhatikan. Misalnya ada air bocor, jangan harus menunggu proyek. Apabila ada yang perlu diperbaiki, maka harus segera,” tegasnya.

Ia mencontohkan, persoalan sederhana fasilitas di RSUD seperti tutup tandon air yang sudah rusak, itu semestinya dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu penganggaran proyek baru.

“Kalau memang harus urunan, saya siap ikut. Jadi tidak semua harus menunggu proyek,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap persoalan yang kecil merupakan cerminan karakter dan kapasitas seorang pemimpin maupun aparatur. Seseorang yang mampu melihat, memperhatikan hingga menyelesaikan persoalan kecil akan lebih siap saat dihadapkan pada persoalan yang lebih besar dan kompleks.

“Saya menilai kinerja seseorang itu kalau mampu menyelesaikan hal yang kecil, maka akan juga dapat menyelesaikan persoalan yang lebih besar,” katanya.

Ia meminta kepada seluruh jajaran RSUD hingga perangkat daerah membangun sense of belonging atau perasaan memiliki terhadap organisasi serta pekerjaan yang dipercayakan. Bahkan, itu menjadi prinsip yang harus diterapkan setiap individu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Tidak ada sifatnya kita menyalahkan, menyudutkan seseorang atau mempermalukan. Semuanya saling mengingatkan dan mendukung. Itu yang terpenting. Jadi harus memiliki rasa tanggung jawab,” jelasnya.

Jaya menambahkan, budaya kerja yang sehat harus dibangun melalui kemauan saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan. Suatu kesalahan itu merupakan bagian dari proses belajar selama ada kemauan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tetapi kita berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik,” tandasnya. (sa)

Berita Terkait
<