



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada besarnya potensi pertanian yang dimiliki suatu daerah, tetapi juga pada kuatnya kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Di tengah ancaman perubahan iklim dan gejolak harga komoditas, sinergi dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Menurut Irawati, Kotim merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian cukup besar di Kalimantan Tengah. Sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan menjadi modal penting dalam mendukung perekonomian daerah sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Namun, besarnya potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani. Karena itu, organisasi seperti Tani Merdeka diharapkan hadir sebagai penggerak yang mampu mendorong petani menjadi lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten Kotim berkomitmen terus mendukung pembangunan pertanian melalui peningkatan produktivitas, penguatan sarana dan prasarana, serta pemberdayaan petani,” kata Irawati saat menyampaikan sambutannya ketika menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotim, Selasa (21/7/2026).
Irawati menjelaskan, pemerintah daerah selama ini terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program, baik peningkatan produktivitas, penyediaan infrastruktur pendukung, maupun pemberdayaan petani agar mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan.
Meski tantangan yang dihadapi sektor pertanian semakin kompleks lanjut dia, perubahan pola musim akibat perubahan iklim, fluktuasi harga hasil pertanian, hingga tuntutan penggunaan teknologi modern menjadi persoalan yang memerlukan solusi bersama.
Karena itu, Irawati mengajak seluruh pihak untuk membangun kemitraan yang lebih erat. Mengingat, tambah dia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan sektor pertanian yang tangguh. Peran organisasi petani, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Irawati berharap kepengurusan DPD Tani Merdeka Indonesia Kotim yang baru dilantik mampu menjadi wadah perjuangan para petani, menyerap aspirasi dari tingkat bawah, serta menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat tani.
“Mari kita bangun sinergi agar pertanian Kotim semakin maju, produktif, berdaya saing, dan mampu memperkuat ketahanan pangan,” tegasnya. (to)