



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen. Meski pembangunan masih berlangsung dengan progres mencapai sekitar 80 persen, kompleks Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kotim mulai difungsikan secara bertahap untuk mendukung proses belajar mengajar tahun ajaran baru.
Sebanyak 270 siswa baru akan menjadi angkatan pertama yang memanfaatkan fasilitas di kompleks Sekolah Rakyat permanen saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 30 Juli 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari skema transisi yang disiapkan pemerintah agar kegiatan pendidikan tetap berjalan optimal sembari menunggu seluruh pembangunan rampung.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kotim, Muhammad Fahrizal Rahmani, mengatakan jadwal MPLS diputuskan lebih awal setelah melalui koordinasi bersama Kementerian Sosial dan tim transisi.
“Kalau dari kementerian tanggal 31 Juli, tetapi berdasarkan hasil rapat bersama tim transisi dan tim Kemensos, kita melaksanakan satu hari lebih awal, yaitu tanggal 30 Juli. Itu sudah menjadi keputusan,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, operasional bertahap dilakukan karena sebagian fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Oleh sebab itu, siswa baru diprioritaskan menggunakan kompleks permanen, sedangkan siswa angkatan sebelumnya tetap belajar di Sekolah Rakyat rintisan yang berada di Islamic Center.
“Karena bangunan belum seluruhnya fungsional, maka yang kita prioritaskan terlebih dahulu adalah siswa baru. Sedangkan siswa lama tetap belajar di sekolah rintisan di Islamic Center sampai seluruh pembangunan selesai,” katanya.
Ia menjelaskan, nantinya Sekolah Rakyat di Kotim memiliki dua lokasi yang saling mendukung, yakni SRT 55 sebagai sekolah rintisan dan SRT 1 Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai kompleks permanen sesuai penetapan Kementerian Sosial.
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen sendiri telah memperoleh perpanjangan waktu melalui adendum kontrak hingga 9 September 2026. Saat ini, berbagai pekerjaan difokuskan pada penyelesaian fasilitas utama agar seluruh kompleks dapat segera beroperasi secara penuh.
Salah satu bangunan yang menjadi prioritas ialah gedung serbaguna yang akan digunakan sebagai lokasi utama pelaksanaan MPLS sekaligus menunjang berbagai kegiatan siswa.
“Komitmen pelaksana, gedung serbaguna siap digunakan untuk MPLS. Saat kami meninjau ke lapangan, pemasangan atap dan dinding sudah berjalan,” ungkap Fahrizal.
Meningkatnya jumlah peserta didik dari sekitar 100 siswa pada tahun sebelumnya menjadi 270 siswa baru tahun ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat. Hal tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Pemkab Kotim untuk terus mempercepat penyelesaian pembangunan agar seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan secara maksimal. (to)