



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus memperkuat langkah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui enam strategi utama yang disiapkan untuk menjawab tantangan menurunnya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Bupati Halikinnor menegaskan bahwa penguatan PAD merupakan agenda penting dalam memperkuat fondasi kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, daerah tidak bisa terus bergantung pada transfer pusat, terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang semakin ketat.
“Dari komposisi pendapatan dan belanja daerah terlihat bahwa kemandirian keuangan kita masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Halikinnor menjelaskan, perubahan kebijakan fiskal pemerintah pusat yang membatasi ruang penggunaan dana transfer mendorong pemerintah daerah untuk lebih inovatif dan agresif dalam mengoptimalkan potensi pendapatan yang menjadi kewenangannya.
Pemkab Kotawaringin Timur menilai bahwa penguatan PAD tidak hanya soal peningkatan angka penerimaan, tetapi juga menyangkut pembenahan sistem, tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan kepada wajib pajak dan retribusi daerah.
Enam strategi yang telah disiapkan meliputi perluasan sumber-sumber pendapatan daerah melalui optimalisasi potensi pajak dan retribusi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola PAD, serta pembangunan dan rehabilitasi sarana pendukung objek pendapatan agar lebih produktif dan terukur.
Selain itu, Pemkab juga mendorong percepatan digitalisasi layanan pajak dan retribusi melalui pengembangan sistem e-pendapatan, yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akurasi, serta kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Strategi lainnya mencakup optimalisasi pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum dikelola secara maksimal, serta penguatan peran dan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Menurut pemerintah daerah, BUMD ke depan diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendukung, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Selain fokus pada strategi tersebut, Pemkab Kotawaringin Timur juga terus memperluas basis penerimaan melalui inovasi sistem pembayaran dan pemungutan berbasis teknologi. Hal ini dilakukan untuk menekan potensi kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan fiskal daerah.
Halikinnor menegaskan, seluruh upaya ini membutuhkan dukungan lintas sektor agar target peningkatan PAD dapat tercapai secara bertahap.
“Ke depan dibutuhkan upaya maksimal agar PAD terus meningkat sehingga daerah semakin mandiri dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (to)