Diskan Kotim Kembangkan Sektor Perikanan melalui Program Budidaya

Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboy

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor perikanan melalui berbagai program yang menyasar pembudidaya ikan maupun nelayan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produksi perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboy, mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program pembangunan yang sedang dilaksanakan di berbagai wilayah.

“Komitmen nyata Dinas Perikanan tercermin dari program pembangunan di subsektor perikanan yang dilaksanakan, misalnya mengakomodir pokok-pokok pikiran anggota dewan dan usulan masyarakat, menjalankan program pembinaan dan pendampingan kelompok budidaya perikanan, serta pengembangan produksi pakan ikan lokal,” kata Oboy, Senin (8/6/2026).

Selain itu, pihaknya juga mendukung program pemerintah pusat, salah satunya pengembangan sistem budidaya bioflok yang akan diterapkan pada Koperasi Desa Merah Putih. Dinas Perikanan juga tengah mengupayakan kerja sama dengan Perkebunan Besar Swasta (PBS) agar sektor budidaya perikanan dapat masuk dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR/TJSL.

Menurutnya, strategi utama yang saat ini menjadi fokus adalah penyediaan data yang akurat sebagai dasar pengembangan sektor perikanan. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari para camat karena pengembangan perikanan ke depan berbasis pada potensi desa dan kelurahan.

“Strategi utama adalah dukungan data yang akurat. Kami sangat mengharapkan dukungan para camat karena basis pengembangan ke depan adalah desa dan kelurahan,” ujarnya.

Selain penguatan data, Dinas Perikanan juga menaruh perhatian pada pengembangan pakan ikan lokal. Hal ini dinilai penting karena biaya pakan masih menjadi komponen terbesar dalam usaha budidaya perikanan. Di samping itu, pengembangan bibit ikan produksi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik pembudidaya ikan maupun aparatur Dinas Perikanan, juga menjadi prioritas.

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan, Dinas Perikanan menjalankan berbagai program pembangunan fasilitas pendukung. Beberapa di antaranya pembangunan sarana dan prasarana dermaga bongkar muat, tempat pelelangan ikan, pabrik es balok, Program Kampung Nelayan Maju, hingga pengusulan Program Kampung Nelayan Merah Putih.

“Komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pendukung serta dukungan terhadap produktivitas dan ekonomi lokal, termasuk hibah kepada nelayan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Untuk meningkatkan produksi dan nilai jual hasil tangkapan, Dinas Perikanan membangun dermaga bongkar muat di Desa Sei Ijum Raya. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan status kawasan tersebut menjadi pelabuhan pangkalan sehingga dapat melayani penerbitan Surat Laik Operasional (SLO), Surat Persetujuan Berlayar (SPB), serta pelayanan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi bagi nelayan.

Dalam mengatasi keterbatasan alat tangkap, Dinas Perikanan memberikan bantuan sarana penangkapan ikan kepada nelayan skala kecil. Bantuan serupa juga terus diusulkan melalui pendanaan dari APBD Provinsi maupun APBN.

Sedangkan untuk mengatasi persoalan ketersediaan BBM bersubsidi, Dinas Perikanan memfasilitasi nelayan melalui penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi bagi nelayan skala kecil.

Sebagai strategi jangka panjang, Dinas Perikanan juga mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Saat ini pembangunan SPBUN di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, masih berproses, sementara rencana pembangunan SPBUN di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, masih dalam tahap penjajakan.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Kotim berharap sektor perikanan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan di daerah tersebut. (to)

Berita Terkait