



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan bertepatan dengan peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang jatuh pada 7 Juni 2026.
Melalui momentum ini, Pemkab Kotim menilai bahwa isu keamanan pangan menjadi salah satu perhatian strategis yang tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan produksi pertanian dan pencapaian swasembada pangan di daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya dipahami dari sisi ketersediaan, tetapi juga mencakup dimensi kualitas dan stabilitas pangan yang beredar di masyarakat.
“Ketahanan pangan itu mencakup tiga parameter utama, yaitu kualitas, kuantitas, dan stabilitas. Sementara keamanan pangan lebih menitikberatkan pada aspek kualitas, yaitu memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, keamanan pangan memiliki peran penting dalam menjamin setiap produk yang dikonsumsi masyarakat terbebas dari berbagai potensi bahaya, baik yang berasal dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik. Karena itu, pengawasan terhadap pangan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, upaya peningkatan produksi pangan daerah yang terus didorong pemerintah tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan standar mutu dan keamanan pangan agar hasil yang dicapai benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Peningkatan produksi pangan harus diiringi dengan penguatan pengawasan mutu. Sukses swasembada pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal keamanan dan kualitas yang dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan evaluasi DPKP Kotim lanjut dia, selama beberapa bulan terakhir, aspek keamanan pangan masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian lebih serius. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dalam pengawasan maupun edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat.
Pemkab Kotim juga menekankan pentingnya peran seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha pangan, hingga masyarakat konsumen, dalam menjaga rantai pangan yang sehat dan aman. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan sistem pangan daerah dapat semakin tangguh dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap, kesadaran akan pentingnya keamanan pangan dapat terus meningkat, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pangan yang cukup, tetapi juga pangan yang bergizi, bermutu, dan aman untuk dikonsumsi.
“Keamanan pangan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas kesehatan masyarakat. Pangan yang aman bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi perlindungan dasar terhadap risiko gangguan kesehatan,” pungkasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemkab Kotim optimistis bahwa penguatan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat terus diwujudkan, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. (to)