



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Seminar Ilmiah Santri di Era Digitalisasi, Tantangan dan Solusi, di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jalan A Yani Sampit, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Kotim, Halikinnor, Ketua Panitia Habib Abdullah Aljun, serta menghadirkan narasumber utama Muhammad Hanif.
Halikinnor mengapresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyelenggarakan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam membekali generasi muda pesantren agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan jati diri.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Seminar seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dan relevan, terutama dalam membentuk generasi muda pesantren yang siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akhlak dan jati diri,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi digital menghadirkan manfaat besar dalam memperluas akses ilmu pengetahuan, namun juga membawa tantangan serius melalui derasnya arus informasi di media sosial.
“Di era digital saat ini, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga membawa tantangan yang tidak ringan. Arus informasi melalui media sosial berjalan sangat cepat dan sering kali memengaruhi pola pikir serta perilaku anak-anak kita,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Habib Abdullah Aljun, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para santri agar mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Pada kesempatan tersebut, narasumber utama Dr. Habib Muhammad Hanif memberikan materi terkait strategi menghadapi era digital, termasuk bagaimana santri dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah, pendidikan, dan pengembangan diri.
Halikinnor berharap melalui seminar ini, para santri di Kotim dapat menjadi generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi penjaga arah di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kepada para santri, teruslah belajar, berjuang, dan menjaga akhlak. Jadilah generasi yang mampu menjadi cahaya di tengah perubahan zaman,” pungkasnya. (to)