Pemkab Kotim Dorong PBS Aktif Bantu Tangani Stunting

Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi saat memberikan keterangan kepada awak media, baru-baru ini. (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting dengan mendorong keterlibatan aktif perusahaan swasta melalui berbagai program nyata yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas cakupan intervensi pencegahan sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di wilayah setempat.

Pemkab menilai penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial dan hanya bertumpu pada pemerintah semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, mengatakan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Kotim saat ini masih berada di angka 21,6 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan dalam membangun kualitas kesehatan generasi masa depan masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Menurutnya, dukungan perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sejauh ini telah memberikan kontribusi positif dalam membantu pemerintah menekan angka stunting, terutama melalui bantuan gizi tambahan, pendampingan kesehatan ibu dan anak, serta dukungan terhadap kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Sejauh ini peran dan dukungan perusahaan swasta dalam membantu penanganan stunting di Kotim sudah cukup baik, terutama melalui program CSR,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

Meski demikian, Umar menilai kontribusi tersebut masih perlu diperluas agar pelaksanaannya lebih terstruktur, terarah, dan menjangkau wilayah yang lebih luas. Saat ini, sebagian besar program bantuan masih berfokus di sekitar area operasional perusahaan.

“Sejauh ini dukungan perusahaan mencakup wilayah sekitar perusahaan dan itu pun belum maksimal,” katanya.

Ia menegaskan, Pemkab Kotim akan terus mendorong agar perusahaan besar swasta dapat meningkatkan peran aktif mereka dalam mendukung program pencegahan stunting sebagai bagian dari komitmen bersama membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Kita akan terus mendorong agar peran serta aktif perusahaan besar swasta bisa lebih besar lagi,” tegasnya.

Selain mendorong kontribusi dunia usaha, Pemkab Kotim juga terus menggencarkan berbagai langkah strategis dalam penanganan stunting. Program tersebut meliputi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi pemenuhan gizi keluarga, optimalisasi layanan posyandu, penguatan peran kader kesehatan, hingga pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.

Umar menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Menurutnya, perhatian terhadap asupan gizi ibu hamil merupakan fondasi utama untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal sejak awal kehidupan.

“Penanganan harus dilakukan sejak dalam kandungan. Asupan gizi ibu hamil sangat penting agar bayi lahir sehat dan cerdas,” jelasnya.

Ia berharap keterlibatan perusahaan swasta dapat terus ditingkatkan dan menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menekan angka stunting di Kotim. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan Kotim mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, dan siap menjadi pilar pembangunan daerah di masa depan. (to)

Berita Terkait