



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap membenahi Bandara Haji Asan Sampit menyusul hadirnya maskapai Super Air Jet yang resmi membuka rute Jakarta–Sampit–Jakarta menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas hingga 180 penumpang.
Momentum bersejarah itu tak hanya menjadi kebanggaan baru bagi dunia penerbangan di Bumi Habaring Hurung, tetapi juga membuka mata pemerintah daerah bahwa Bandara Haji Asan Sampit harus segera ditingkatkan agar mampu menjadi gerbang utama pertumbuhan ekonomi, investasi, dan konektivitas wilayah di Kalimantan Tengah bagian timur.
Bupati Kotim, Halikinnor menegaskan, pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan akan melakukan sejumlah pembenahan besar pada fasilitas bandara, mulai dari perpanjangan runway, peningkatan standar keselamatan penerbangan, hingga pembangunan fasilitas penunjang operasional lainnya.
“Ini sejarah baru bagi Kotim. Untuk pertama kalinya pesawat berbadan besar Airbus A320 bisa mendarat di Bandara Haji Asan Sampit. Artinya, kita tidak bisa lagi berpikir biasa-biasa saja. Bandara ini harus terus dibenahi dan ditingkatkan,” kata Halikinnor, Sabtu (13/6/2026).
Saat ini panjang runway Bandara Haji Asan Sampit masih sekitar 2.060 meter dengan lebar 30 meter. Kondisi tersebut sebenarnya sudah memungkinkan pesawat Airbus A320 mendarat, namun dinilai belum ideal untuk operasional yang lebih optimal dan efisien.
Pemerintah daerah pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana perpanjangan dan pelebaran runway agar pesawat berbadan besar dapat beroperasi dengan lebih aman dan nyaman.
“Kemarin sudah ada kesepakatan dengan Kementerian Perhubungan. Karena kondisi anggaran sedang terbatas, maka untuk perpanjangan dan pelebaran runway nantinya menjadi tanggung jawab kementerian,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada landasan pacu, Pemkab Kotim juga mulai melakukan penanganan obstacle atau hambatan keselamatan penerbangan berupa pepohonan di sekitar kawasan bandara. Sejumlah pohon yang dinilai mengganggu jalur penerbangan bahkan sudah mulai ditebang demi memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan fasilitas keselamatan lain, termasuk pembangunan pagar pengaman lebih tinggi di area ujung runway sesuai rekomendasi otoritas bandara.
Pemkab Kotim bahkan menargetkan pembangunan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) serta pengembangan apron atau area parkir pesawat mulai direalisasikan pada tahun 2027 mendatang.
Pembenahan ini dinilai penting mengingat aktivitas penerbangan di Sampit diprediksi terus meningkat setelah masuknya Super Air Jet. Dalam penerbangan perdana saja, tingkat keterisian penumpang mencapai lebih dari 90 persen.
Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandara Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengapresiasi dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan penerbangan di Sampit. Namun ia mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama terkait aspek keselamatan dan kelayakan bandara. (to)