Kehadiran Airbus A320, Geliatkan Bisnis Penerbangan di Kotim

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut penuh kebanggaan pendaratan dan keberangkatan perdana pesawat Airbus A320 milik maskapai Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit, Jumat (12/6/2026).

Momen bersejarah tersebut dinilai menjadi simbol kemajuan daerah sekaligus penanda bahwa Kotim semakin dipercaya sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan di Kalimantan Tengah.

Kehadiran pesawat berbadan besar dengan kapasitas sekitar 180 penumpang itu disambut antusias oleh masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah. Bagi Pemkab Kotim, keberhasilan Bandara Haji Asan melayani Airbus A320 bukan sekadar pencapaian di sektor transportasi udara, tetapi juga bukti nyata berkembangnya daerah dari tahun ke tahun.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pendaratan Airbus A320 merupakan hasil dari proses panjang pembangunan dan peningkatan fasilitas bandara yang terus dilakukan bersama pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait.

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan sejarah baru di Kotim. Ini menjadi kebanggaan masyarakat karena Bandara Haji Asan kini mampu didarati pesawat berbadan besar. Dulu mungkin hanya sebatas harapan, sekarang sudah menjadi kenyataan,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, kehadiran Airbus A320 menunjukkan bahwa Sampit kini semakin diperhitungkan oleh maskapai penerbangan nasional. Ia menilai maskapai tentu memiliki perhitungan matang sebelum membuka layanan penerbangan dengan kapasitas besar.

“Kalau maskapai berani menghadirkan Airbus A320 ke Sampit, artinya mereka melihat potensi ekonomi dan jumlah penumpang di Kotim sangat besar. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan daerah,” katanya.

Sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Kalimantan Tengah, Kotim selama ini dikenal memiliki aktivitas usaha yang terus tumbuh, terutama dari sektor perkebunan kelapa sawit, perdagangan, pertambangan, hingga jasa. Tingginya aktivitas bisnis membuat kebutuhan transportasi udara juga semakin meningkat.

Halikinnor menyebut, selama ini banyak investor maupun pelaku usaha yang harus menempuh perjalanan cukup panjang untuk menuju Sampit. Sebagian penerbangan hanya tersedia sampai Palangka Raya sebelum dilanjutkan melalui jalur darat selama berjam-jam.

Dengan hadirnya Airbus A320, akses menuju Sampit kini dinilai menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman. Kondisi tersebut diyakini akan memberi dampak positif terhadap iklim investasi dan dunia usaha di Kotim.

“Transportasi adalah salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi. Ketika akses semakin mudah, maka peluang investasi juga semakin terbuka. Orang akan lebih tertarik datang dan melihat langsung potensi daerah kita,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, rute Sampit–Surabaya menjadi salah satu jalur yang sangat potensial karena hubungan ekonomi masyarakat Kotim dengan Surabaya sudah berlangsung sejak lama. Banyak aktivitas perdagangan dan distribusi barang yang terhubung langsung dengan kota tersebut.

“Surabaya memang menjadi salah satu kota tujuan utama masyarakat Kotim. Aktivitas bisnis, pendidikan, perdagangan, hingga kebutuhan keluarga banyak terhubung ke sana,” jelasnya.

Selain mendukung dunia usaha, Pemkab Kotim juga melihat kehadiran Airbus A320 akan memberi manfaat besar bagi masyarakat umum, termasuk dalam perjalanan ibadah umrah dan haji. Selama ini, banyak masyarakat harus melakukan perjalanan tambahan untuk mendapatkan penerbangan lanjutan menuju kota embarkasi besar.

“Ke depan tentu kita berharap akses penerbangan semakin banyak dan semakin memudahkan masyarakat, baik untuk urusan bisnis, pendidikan, maupun ibadah,” katanya.

Pendaratan Airbus A320 juga menjadi bukti meningkatnya kesiapan infrastruktur Bandara Haji Asan Sampit dalam mendukung perkembangan transportasi udara modern. Pemkab Kotim optimistis hal tersebut akan mendorong bertambahnya maskapai serta rute penerbangan baru di masa mendatang.

Bagi masyarakat Kotim, momen tersebut menghadirkan rasa bangga tersendiri. Kehadiran pesawat berbadan besar di Bandara Haji Asan dianggap sebagai tanda bahwa Sampit terus berkembang menjadi daerah maju dengan daya saing yang semakin kuat.

“Ini bukan hanya tentang pesawat besar yang mendarat di Sampit, tetapi tentang harapan besar masyarakat terhadap masa depan daerah. Kita ingin Kotim terus tumbuh, maju, dan menjadi pusat ekonomi yang diperhitungkan,” tandas Halikinnor. (to)

Berita Terkait