Pemkab Kotim Bakal Gandeng Investor untuk Pengembangan Kelapa 

Salah seorang petani saat sedang panen kelapa. (Foto :IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan kembali potensi kelapa dalam di wilayah pesisir selatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng investor untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas tersebut.

Di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit, Pemkab Kotim menilai kelapa dalam memiliki peluang besar untuk kembali menjadi komoditas unggulan daerah. Selain memiliki nilai historis bagi masyarakat pesisir, kelapa dalam juga dinilai masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara modern dan terintegrasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan, pengembangan kelapa dalam saat ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan rantai hilirisasi agar produk petani memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kelapa dalam merupakan komoditas yang memiliki sejarah panjang di Kotim, khususnya di wilayah selatan. Kami ingin menghidupkan kembali potensi ini agar tidak hanya menjadi tanaman tradisional, tetapi juga komoditas bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya, Jum’at (5/6/2026).

Menurut Yephi, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan pihak swasta, termasuk perusahaan pengolahan kelapa, seperti PT Samuda Coco. Kehadiran investor ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memberikan kepastian serapan hasil panen petani.

“Dengan adanya dukungan investor, petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mendapatkan kepastian pasar. Ini penting agar rantai nilai kelapa dalam bisa berjalan lebih baik,” tambahnya.

Selain menggandeng sektor swasta, Pemkab Kotim juga tengah memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dukungan lintas sektor ini dinilai penting untuk mempercepat pengembangan kawasan kelapa dalam melalui berbagai program dan pendanaan.

Pemkab juga menargetkan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai salah satu sumber pembiayaan dalam program revitalisasi perkebunan kelapa rakyat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, hingga penguatan infrastruktur pendukung.

“Sinergi dengan pemerintah provinsi, pusat, serta dukungan pendanaan seperti dari BPDP sangat kami harapkan untuk memperkuat pengembangan kelapa dalam di Kotim,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada satu komoditas perkebunan. Diversifikasi sektor pertanian, khususnya kelapa dalam, diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir selatan.

Dengan adanya langkah kolaboratif antara pemerintah, petani, dan investor, diharapkan kelapa dalam dapat kembali menjadi salah satu penopang ekonomi daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Timur. (to)

Berita Terkait