Ribuan Warga Antusias Ikuti Pawai Obor 

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Ribuan warga memadati ruas jalan di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (26/5/2026) malam, untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Obor XIII dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Cahaya obor yang membentang sepanjang jalur pawai menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sorak penonton, lantunan salawat, serta beragam kreasi peserta membuat malam penyambutan Iduladha di Baamang berlangsung meriah.

Diperkirakan lebih dari 10 ribu warga memadati jalur pawai. Sebanyak 25 kontingen ambil bagian, terdiri dari sekolah, kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Kecamatan Baamang menegaskan dukungannya terhadap pelestarian tradisi pawai obor sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Plt Camat Baamang, Yudi Aprianur, mengatakan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan masyarakat dan kini memasuki pelaksanaan ke-13.

“Ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Kecamatan Baamang. Kami berterima kasih kepada Kwarran Baamang yang terus aktif mendukung sehingga kegiatan ini dapat terlaksana secara berkelanjutan dan sekarang sudah memasuki pelaksanaan ke-13,” ujarnya.

Menurut Yudi, antusiasme masyarakat tahun ini meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Selain jumlah peserta yang banyak, kreativitas setiap kontingen juga terus berkembang.

“Ini menjadi bagian dari syiar Islam di Kecamatan Baamang dalam menyambut Iduladha. Setiap peserta menampilkan kreativitas yang berbeda-beda dan dari tahun ke tahun kualitasnya terus meningkat,” katanya.

Beragam kreasi ditampilkan peserta, mulai dari miniatur masjid, kaligrafi, replika hewan kurban, hingga atraksi barisan obor yang tertata rapi sehingga menarik perhatian masyarakat hingga acara berakhir.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi juga menjadi media memperkuat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tetap lestari dan terus berkembang karena sudah menjadi identitas masyarakat Baamang dalam menyambut hari besar keagamaan,” tambahnya.

Kemeriahan Pawai Obor XIII tahun ini juga semakin terasa karena tidak digelarnya pawai takbiran keliling tingkat kabupaten, sehingga perhatian masyarakat lebih terpusat ke Kecamatan Baamang.

“Karena tahun ini tidak ada pawai takbiran keliling tingkat kabupaten, masyarakat lebih fokus datang ke Baamang untuk menyaksikan kegiatan ini sehingga suasananya menjadi lebih meriah,” pungkasnya. (to)

Berita Terkait