



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus memperkuat langkah transformasi digital melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, perbankan, hingga perangkat daerah. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, aman, dan berbasis teknologi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa, menjelaskan bahwa sinergi tersebut difokuskan pada tiga program prioritas utama, yakni penguatan pendidikan digital, pemberdayaan serta digitalisasi UMKM, dan penguatan sistem keamanan informasi di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mempercepat adaptasi masyarakat terhadap perkembangan teknologi sekaligus memastikan transformasi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
“Fokus kami adalah membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi masyarakat, tetapi juga memastikan aspek keamanan informasi menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Hal itu disampaikannya saat rapat kegiatan pembentukan Forum Literasi Digital Daerah yang digelar di ruang SCH Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Selasa (26/5/2026).
Ia menyebut, antusiasme dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra strategis menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong percepatan digitalisasi di Kotim.
Dukungan nyata datang dari kalangan akademisi. Universitas Darwan Ali dan Universitas Muhammadiyah Sampit menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam penguatan literasi digital, termasuk edukasi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak dan produktif.
Keterlibatan perguruan tinggi dinilai sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas generasi muda di era digital.
Di sektor ekonomi, Bank Kalteng turut menyatakan komitmennya dalam mendukung digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan fasilitas QRIS merchant. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses transaksi non tunai sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi pembayaran bagi pelaku usaha lokal.
“Digitalisasi UMKM bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Cok.
Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim juga mengambil peran penting dengan menyiapkan media center sebagai ruang edukasi, literasi digital, dan pusat informasi bagi masyarakat.
Di internal Diskominfo, Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) telah melakukan pembaruan perangkat pendukung untuk memperluas promosi produk UMKM lokal melalui berbagai kanal digital milik pemerintah daerah.
Sebagai bentuk transparansi dan kemudahan akses informasi, seluruh hasil koordinasi dan implementasi program digitalisasi tersebut akan diintegrasikan melalui sub-menu khusus pada portal resmi Pemkab Kotim, yakni kotimkab.go.id.
Melalui langkah ini, masyarakat dapat memantau perkembangan program secara terbuka dan memanfaatkan berbagai layanan digital yang disediakan pemerintah. (to)