



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat pembangunan daerah yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah pusat, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kotim dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional melalui implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, sehingga percepatan pembangunan dapat terlaksana secara efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan bahwa keselarasan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah merupakan elemen penting untuk mewujudkan kemajuan yang merata dan berkesinambungan.
Menurutnya, daerah harus mampu menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program-program konkret yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal, sehingga pelaksanaan pembangunan tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Daerah harus menyelaraskan pembangunan dengan Asta Cita Presiden RI agar pergerakan kemajuan antara pusat dan daerah dapat berjalan seirama. Dengan begitu, pembangunan yang dilaksanakan dapat lebih terarah dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Irawati menilai, sinkronisasi pembangunan menjadi kunci penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Selain fokus pada arah pembangunan, Pemkab Kotim juga menaruh perhatian serius terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang hampir setiap tahun menjadi tantangan besar, khususnya saat musim kemarau.
Menurut Irawati, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat pemerintah dan petugas lapangan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, aparat pemerintah, dunia usaha, serta komunitas lokal untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan sejak dini.
Ia menekankan bahwa langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran telah meluas.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kesiapsiagaan sejak dini sangat penting agar dampaknya dapat diminimalkan, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Pemkab Kotim juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara membakar, sekaligus mendorong pengawasan terpadu di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadinya kebakaran.
Selain mitigasi bencana, Pemkab Kotim turut mendorong penguatan ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga sebagai fondasi penting dalam membangun kemandirian daerah.
Masyarakat diimbau memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pokok seperti cabai, sayuran, rempah-rempah, maupun tanaman produktif lainnya.
Menurut Irawati, langkah sederhana tersebut memiliki manfaat besar, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, tetapi juga dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan daerah.
“Kemandirian daerah dimulai dari kemandirian keluarga-keluarganya. Jika setiap keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhannya secara mandiri, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan daerah yang kokoh harus dimulai dari keluarga yang mandiri, produktif, dan mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai menjadi salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah dari lingkup terkecil.
Melalui penguatan sinkronisasi pembangunan dengan pemerintah pusat, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla, serta penguatan ketahanan pangan keluarga, Pemkab Kotim optimistis mampu mewujudkan pembangunan daerah yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan menuju Kotawaringin Timur yang semakin maju dan sejahtera. (to)