Bupati Kobar Resmikan Pasar Seni Kyai Gede

Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat memotong pita tanda diresmikannya Pasar Seni Kyai Gede, Senin (11/5). (Foto :di)

Diharapkan Jadi Pusat UMKM dan Wisata Baru

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meresmikan Pasar Seni Kyai Gede di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Arut Selatan. Keberadaan pasar ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis UMKM, seni budaya, dan pariwisata daerah. Peresmian pasar seni tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kobar, Hj Nurhidayah, Senin (11/5).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kobar, Fitriyana, dalam laporannya mengatakan, bahwa pembangunan Pasar Seni Kyai Gede merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan sektor perdagangan rakyat, ekonomi kreatif, serta penataan kawasan usaha masyarakat agar lebih tertib dan representatif.

Pembangunan pasar tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sekitar Rp2,8 miliar.

Menurut Fitriyana, pembangunan pasar seni ini bertujuan menyediakan ruang usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat, mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan seni budaya daerah, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Arut Selatan.

Selain itu, pasar ini juga diharapkan mampu menciptakan kawasan perdagangan yang bersih, nyaman, tertata dan memiliki daya tarik wisata baru di Pangkalan Bun.

Pasar Seni Kyai Gede dibangun di kawasan strategis yang menjadi jalur aktivitas masyarakat dan perdagangan di Arut Selatan. Di lokasi tersebut tersedia berbagai fasilitas penunjang, di antaranya delapan unit kios usaha, satu unit cafetaria, Tourism Information Center (TIC), ruang Dekranasda, ruang pertemuan, area pelataran usaha dan ruang terbuka, hingga fasilitas pendukung kebersihan dan drainase. ”

Seluruh fasilitas itu diharapkan mampu mendukung promosi produk UMKM lokal sekaligus menjadi wadah kegiatan seni dan budaya masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, Kotawaringin Barat memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun kekayaan budaya. Menurutnya, keberadaan kawasan strategis seperti Taman Nasional Tanjung Puting dan keberagaman budaya masyarakat menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi daerah. Karena itu, pembangunan Pasar Seni Kyai Gede menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, seni dan budaya.

Nurhidayah menambahkan, pasar seni tersebut bukan hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya, destinasi wisata baru, hingga ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman dan modern.

Nurhidayah menjelaskan bahwa nama “Kyai Gede” diambil dari tokoh ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Kotawaringin pada abad ke-17, yakni Habib Abdul Qadir Assegaf, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya.

Bupati pun mengingatkan pentingnya pengelolaan pasar secara profesional dan berkelanjutan agar keberadaan Pasar Seni Kyai Gede benar-benar mampu menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kotawaringin Barat. (di)

Berita Terkait